Rabu, 27 September 2023

Pengertian Manajemen Diversitas


Manajemen diversitas adalah manajemen di dalam organisasi
yang dilaksanakan dengan merencanakan dan menerapkan sistemsistem dan praktek-praktek organisasional. Tujuan manajemen ini
adalah memaksimalkan potensi keuntungan keragaman budaya dalam
organisasi, sekaligus mereduksi seminimal mungkin potensi
kerugiannya. Setelahnya tujuan manajemen diversitas adalah
memaksimalkan kemampuan dari seluruh pekerja untuk memberi
kontribusi pada pencapaian tujuan-tujuan organisasional. Selain itu
juga untuk mencapai potensi keberhasilan tanpa terkendala oleh akibatakibat yang muncul sebagai dampak adanya perbedaan dalam hal
identitas kelompok, seperti jender, ras, kebangsaan, umur. Penerapan
manajemen diversitas mensyaratkan adanya paradigma multikultural
yang menjadi landasan organisasi
Cox mengemukakan suatu organisasi akan menjelma sebagai
organisasi multikultural hanya jika organisasi itu dapat memberi
nilai pada keragaman budaya yang ada di dalam.1
Adapun cirinya adalah (1) adanya budaya organisasi yang
mendukung dan memberikan nilai pada perbedaan budaya,(2)
mengakui pluralisme sebagai sebuah proses akulturasi, (3) ada integrasi
struktural,(4) ada integrasi jaringan informal,(5) tak ada bias kultural
yang terlembaga dalam sistem dan praktek manajemen sumberdaya
manusia, dan (6) hanya terdapat sedikit konflik antar kelompok dalam
menuju manajemen keragaman yang proaktif. Dari paparan tersebut tampak bahwa manajemen diversitas
merupakan hal yang krusial dalam organisasi untuk mencapai
tujuannya. Ada tiga tujuan organisasi yang bisa difasilitasi oleh
manajemen ini, yaitu (1) tujuan moral, etika, dan tanggungjawab sosial,
(2) kewajiban resmi, dan (3) tujuan-tujuan kinerja dalam konteks
ekonomi. Contohnya, dalam konteks kepentingan moral, representasi
kelompok-kelompok budaya dalam populasi kerja secara keseluruhan,
dan khususnya pada posisi yang sangat berkuasa perlu diperhatikan
oleh pihak manajemen.
Manajemen diversitas dilakukan dengan memahami faktor-faktor
keragaman di tingkat individu, kelompok dan antarkelompok, serta
konteks organisasi. Dalam kerangka pemahaman di tingkat individual,
dapat dikemukakan bahwa identitas pribadi ada kaitannya dengan
identitas kelompok, suatu identitas kelompok adalah sebuah afiliasi
individu dengan orang lain. Di antara individu ada penggunaan bersama
benda-benda atau simbol tertentu. Identitas ini menentukan perilaku
individu, sedangkan prasangka lebih berupa bias pada tataran sikap.
Prasangka merupakan penilaian terhadap pihak lain berdasarkan
karakteristik kelompoknya. Prasangka ini dapat memunculkan
diskriminasi, sehingga dapat dikatakan bahwa diskriminasi mengacu
pada bias perilaku. Diversity atau keragaman keragaman menurut
Mitchell menjelaskan:
Definition of diversity that focus on racial, ethnic, or gender
categories are popular because they arethe basic of identity and
do not change. Other definitions of diversity focuson differences
between and internal to specific groups, drawing attentionto the
harsh consequences of power imbalance relating to income,
regional differences and educational background.
Jika diartikan, diversitas merupakan keragaman yang focus pada
keragaman ras, etnis,dan gender. Diversitas juga berarti “Workforce
diversity means a workforce made up of people with different human
qualities or who belong to various cultural groups”. Dapat diartikan,
diversitas atau keragaman ditempat kerja berarti tenaga kerja yang ada
di dalam organisasi terdiri dari orang-orang yang mempunyai kualitas
yang berbeda-beda atau terdiri dari kelompok budaya yang beragam.2
Konsep dasar keragaman pada dasarnya mencakup penerimaan
dan penghargaan terhadap orang lain. Keragaman adalah seperangkat
praktik sadar yang melibatkan memahami dan menghargai, saling
ketergantungan antara manusia, budaya, dan lingkungan alam, serta
menghormati orang lain dan membangun aliansi di seluruh perbedaan
sehingga dapat bekerja sama untuk memberantas semua bentuk-bentuk
diskriminasi.
Jika diartikan, diversitas merupakan keragaman yang fokus pada
keragaman ras, etnis, dan gender. Hal ini karena ketiga aspek tersebut
merupakan dasar indentitas seorang individu dan tidak berubah. Selain
itu, definisi lain dari diversitas yaitu keragaman yang focus pada
perbedaan antar individu dalam kelompok tertentu. Hal ini terjadi
sebagai konsekuensi dari perbedaan pendapat, budaya, dan latar
belakang pendidikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa
diversitas adalah keragaman antara individu satu dengan individu yang
lain dalam sebuah organisasi dimana antar individu mempunyai
karakteristik yang berbeda-beda dalam hal usia, etnis, jenis kelamin,
ras, dan kemampuan fisik. Selain itu, definisi lain dari diversitas yaitu
keragaman yang disebabkan adanya perbedaan pendapat, budaya, dan
latar belakang pendidikan yang dimiliki oleh masing-masing individu.
Keragaman tidak hanya melibatkan bagaimana orang memandang diri
mereka tetapi juga bagaimana mereka memandang lainnya. Persepsi
tersebut mempengaruhi interaksi mereka. 

Keragaman (Diversitas) dalam organisasi adalah suatu organisasi
dimana memiliki perbedaan individu seperti umur, jenis kelamin, ras, etnis
dan lain sebagainya. Menurut beberapa tokoh Richard menyatakan
“Workforce diversity means a workforce made up of people with
different human qualities or who belong to various cultural groups”.4
Dapat diartikan, diversitas atau keragaman di suatu organisasi berarti
tenaga kerja yang ada di dalam organisasi terdiri dari orang-orang yang
mempunyai kualitas yang berbeda-beda atau terdiri dari kelompok
budaya yang beragam. Artinya perilaku setiap anggota kelompok
tergantung pada orang- orang/individu dalam kelompok. Disamping
pengaruh historis dan lingkungan, mentalitas yang menentukan sifat
dan karakteristik tertentu akan mempengaruhi terhadap perkembangan
visi, misi,dan organisasi. Allard mendefinisikan diversitas sebagai
perbedaan sosial, kultural, fisik, dan lingkungan antar orang yang
mempengaruhi bagaimana mereka berpikir dan berperilaku.5

Meskipun memiliki definisi yang beragam, Gomez-Mejia et al
secara sederhana menyebutkan bahwa diversitas mengacu pada
karakteristik manusia yang membuat orang-orang berbeda satu dengan
yang lain.Sumber-sumber perbedaan individual ini adalah kompleks,
tetapi secara umum hal ini dapat dikelompokkan ke dalam dua kategori:
perbedaan individu yang sedikit atau tidak dapat dikontrol dan
perbedaan individu yang dapat dikontrol. Perbedaan individu yang
seseorang hanya memiliki sedikit atau tidak ada kontrol termasuk
karakteristik yang ditentukan secara biologis, seperti ras, jenis kelamin,
usia, dan atribut fisik tertentu, serta keluarga dan masyarakat dimana
seseorang dilahirkan. Faktor-faktor tersebut memiliki pengaruh yang
kuat terhadap identitas seseorang dan secara langsung berpengaruh
pada bagaimana seseorang berhubungan dengan orang lain. Kategori

 

Tidak ada komentar: