Jumat, 26 Januari 2024

Tahapan Audit Operasional


Menurut Bayangkara (2016:11-13) terdapat beberapa tahapan yang harus
dilakukan dalam audit operasional, diantaranya adalah :
1) Audit Pendahuluan
Tujuan dilakukannya audit pendahuluan adalah untuk mendapatkan informasi
latar belakang terhadap objek yang akan diaudit. Selain itu, pada audit ini juga
dilakukan penelaah terhadap berbagai aturan.
2) Review dan Pengujian Pengendalian Manajemen
Pada tahap ini auditor melakukan review dan pengujian terhadap pengendalian
manajemen objek audit, dengan tujuan unntuk menilai efektivitas pengendalian
manajemen dalam mendukung pencapaian tujuan perusahaan.
3) Audit Rinci atau Lanjutan
Pada tahapan ini auditor melakukan pengumpulan bukti yang cukup dan kompeten
untuk mendukung tujuan audit yang telah ditentukan sebelumnya. Audit ini
dilakukan dengan cara mengembangkan temuan untuk mencari ketertarikan
antara sat temuan dengan temuan yang lain dalam menguji permasalahan yang
berkaitan dengan tujuan audit.
4) Pelaporan
Pada tahap ini mempunyai tujuan untuk mengomunikasikan hasil audit termasuk
rekomendasi yang diberikan kepada berbagai pihak yang berkepentingan.
Laporan disajikan dalam bentuk komrehensif (menyajikan temuan-temuan
penting hasil audit untuk mendukung kesimpulan audit dan
rekomendasi).Rekomendasi harus disajikan dalam bahasa yang operasional dan
mudah dimengerti serta menarik untuk ditindaklanjuti.
5) Tindak Lanjut
Dalam audit operasional tindak lanjut merupakan tahapan akhir yang bertujuan
untuk mendorong pihak-pihak yang berwenang untuk melaksanakan tindak lanjut
(perbaikan) sesuai dengan rekomendasi yang telah diberikan. Auditor tidak
mempunyai wewenangan untuk mewajibkan manajemen untuk melaksanakan
tindak lanjut sesuai dengan rekomendasi yang diberikan.

Tidak ada komentar: