Pengendalian internal yaitu kerangka kerja yang menguraikan lima
komponen pengendalian internal yang dirancang dan diimplementasikan
oleh manajemen untuk memberikan kepastian yang layak bahwa tujuan
pengendaliannya akan tercapai (COSO, 2013). Komponen pengendalian
internal menurut COSO, antara lain :
- Lingkungan Pengendalian (Control Environment)
Lingkungan pengendalian merupakan landasan untuk semua komponen
pengendalian internal yang membentuk dispilin dan terstruktur.
Lingkungan pengendalian perusahaan mencakup sikap para manajemen
dan karyawan terhadap pentingnta pengendalian yang ada di organisasi. - Penilaian Risiko (Risk Assessment)
Tindakan yang dilakukan manajemen untuk mengidentifikasi dan
menganalisis risiko – risiko yang sesuai dengan GAAP. Auditor akan
mendapatkan informasi tentang proses penilaian risiko dan
mendiskusikannya dengan manajemen untuk mengevaluasi
kemungkinan terjadinya risiko itu sehingga dapat memutuskan
tindakan apa yang diperlukan untuk menanganinya. - Aktivitas Pengendalian (Control Activities)
Aktivitas pengendalian merupakan kebijakan yang membantu untuk
memastikan bahwa tindakan yang diperlukan telah digunakan untuk
mencegah terjadinya kesalahan guna mencapai tujuan perusahaan.
Aktivitas pengendalian meliputi : - Pemisahan tugas yang memadai.
- Otorisasi yang sesuai atas transaksi dan aktivitas.
- Dokumen dan catatan yang memadai.
- Pengendalian fisik atas aktiva dan catatan.
- Pemeriksaan kinerja secara independen.
- Informasi dan Komunikasi (Information and Communication)
Informasi dan komunikasi adalah tujuan yang digunakan untuk
memulai, mencatatat, memroses, dan melaporkan transaksi perusahaan
serta mempertahankan akuntabilitas aktiva yang terkait. - Pemantauan (Monitoring)
Pemantauan dalam pengendalian internal ini yaitu kegiatan evaluasi
yang dilakukan oleh manajemen yang sifatnya berkelanjutan untuk
menentukan apakah pengendalian sudah berjalan seperti yang
dimaksud dan bila tidak sesuai akan dimodifikasikan jika perlu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar