Jumat, 26 Januari 2024

Bukti Audit

  1. Pemeriksaan Fisik (Physical Examination)
    Pemeriksaan yang dilakukan auditor terhadap aktiva berwujud, tetapi
    juga bisa digunakan dalam aktiva tidak berwujud. Pemeriksaan ini
    merupakan cara yang objektif untuk mengetahui kuantitas maupun
    deskripsi aktiva dan berguna untuk mengevaluasi kondisi aktiva.
  2. Konfirmasi (Confirmation)
    Konfirmasi ini merupakan jenis bukti yang sering digunakan, karena
    klien meminta pihak ketiga yang independen untuk meresponsnya
    secara langsung kepada auditor. Biasanya auditor memperoleh respons
    secara tertulis daripada konfirmasi lisan, karena lebih praktis.
  3. Dokumentasi (Documentation)
    Pemeriksaan yang dilakukan oleh auditor atas dokumen dan catatan
    klien untuk memperkuat informasi yang atau harus tersaji dalam
    laporan keungan. Terdapat dua dokumen yaitu dokumen internal dan
    eksternal. Dokumen internal dapat diandalkan jika disiapkan dan
    diproses dalam kondisi pengendalian internal yang baik. Dokumen
    eksternal merupakan bukti yang lebih dapat diandalkan daripada
    dokumen internal, karena dokumen ini berada di tangan klien maupun
    pihak lain yang terlibat transaksi dan kedua belah pihak telah sepakat
    tentang informasi yang dinyatakan dalam dokumen.
  4. Prosedur Analitis (Analytical Procedures)
    Bukti ini merupakan penggunaan perbandingan dan hubungan untuk
    menilai apakah saldo akun atau data lainnya tampak masuk akal.
  5. Wawancara dengan Klien (Inquiries of the Client)
    Bukti yang diperoleh untuk mendapatkan informasi secara tertulis atau
    lisan dari klien sebagai respons atas pertanyaan yang spesifik selama
    audit.
  6. Rekalkulasi (Recalculation)
    Pengecekan ulang atas sampel perhitungan yang dilakukan klien,
    termasuk keakuratan setiap transaksi dan jumlah serta penjumlahan
    jurnal dan catatan pendukung.

Tidak ada komentar: