Prosedur audit merupakan kegiatan terperinci untuk mengumpulkan
berbagai jenis bukti audit. Auditor akan mengumpulkan bukti – bukti audit
yang akan digunakan sebagai dasar pengungkapan pendapat atas laporan
keuangan auditan. Menurut Arens et al (2015:221) prosedur audit adalah
langkah – langkah yang terinci yang biasanya ditulis dalam bentuk instruksi,
untuk mengumpulkan delapan jenis bukti audit, prosedur audit ini harus
cukup jelas agar semua anggota tim audit dapat memahami apa yang akan
dilakukan
Adapun teknik yang digunakan untuk melakukan prosedur audit yaitu,
sebagai berikut :
- Inspeksi (Inspecting)
Inspeksi ini merupakan kegiatan yang terperinci atas catatan, dokumen
dan pemeriksaan fisik untuk menentukan fakta – fakta serta keaslian
dokumen tersebut. - Scanning
Prosedur ini untuk me-review yang kegiatannya tidak terlalu terinci
guna mendeteksi dokumen, apakah dokumen tersebut terdapat hal – hal
yang tidak biasa dan memerlukan penyelidikan lebih lanjut. - Mengamati (Observing)
Suatu proses pengamatan yang dilakukan auditor untuk melihat
sejumlah kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan serta mengaitkan
tindakan tersebut dengan jenis bukti audit yang didefinisikan sebagai
observasi. - Mengkonfirmasi (Confirming)
Tindakan yang dilakukan auditor untuk mendapatkan konfirmasi
langsung dari pihak ketiga. - Mengajukan Pertanyaan (Inquiring)
Dalam prosedur ini auditor melakukan tanya jawab kepada sumber
intern yang berada didalam perusahaan dengan secara lisan dan tertulis. - Menghitung (Counting)
Prosedur yang dilakukan atas penghitungan fisik terhadap sumber
barang yang berwujud dan formulir yang bernomor urut cetak. - Menelusur (Tracing)
Prosedur ini dilakukan untuk menelusuri ulang suatu dokumentasi sejak
pertama kali data direkam pada dokumen serta melacak pengolahan data
tersebut dalam proses akuntansi. Auditor juga harus menyatakan dari
mana dan ke mana penelusuran itu dilakukan. - Mencocokan ke Dokumen (Vouching)
Dalam prosedur ini auditor akan melihat catatan akuntansi lalu
menyelidiki dokumen yang mendasari catatan tersebut untuk memeriksa
kebenaran pada suatu bukti yang mendukung transaksi yang dicatat. - Melaksanakan Ulang (Reperforming)
Prosedur ini merupakan pelaksanaan ulang yang dilakukan auditor
untuk menghitung kembali serta membuat rekonsiliasi yang sudah
dilakukan oleh klien untuk menentukan apakah perhitungan tersebut
sudah benar. - Teknik Audit Berbantuan Komputer (Computer Assisted Audit
Techniques)
Auditor akan menggunakan suatu bantuan audit software, jika
perusahaan menggunakan catatan akuntansinya dalam media elektronik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar