Menurut Asnawi & Wijaya (2016:145), metode penawaran IPO yaitu:
(1) Best Effort (B/E)
Underwriter hanya mengusahakan yang terbaik agar seluruh saham habis
terjual selama IPO. Apabila pasar tidak mampu menyerapnya, maka tidak
ada kewajiban bagi underwriter untuk membelinya, atau dengan kata
lain, saham tersebut dikembalikan kepada emiten.
(2) Full Commitment
Pada metode ini, underwriter bertanggung jawab secara penuh terhadap
seluruh saham yang dijual. Apabila saham yang dijual saat IPO tidak
habis terjual, maka sisa yang saham tidak terbeli menjadi kewajiban bagi
underwriter untuk membelinya.
- Underpricing
Pada saat perusahaan go public dan melakukan penawaran saham perdana,
terdapat kecenderungan mengalami fenomena underpricing. Menurut Asnawi &
Wijaya (2016:147), underpricing merupakan suatu fenomena yang
menunjukkan bahwa harga saham di pasar perdana lebih rendah dibandingkan
dengan harga di pasar sekunder. Femomena underpricing terjadi karena
penawaran perdana ke publik secara rata-rata yang rendah sehingga
menghasilkan initial return yang tinggi (Hartono, 2017:37).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar