Jumat, 28 April 2023

Teori Kebijakan Dividen


Teori yang berkaitan dengan kebijakan dividen yang digunakan dalam
penelitian ini yaitu Bird in Hand Theory. Teori ini dikembangkan oleh Gordon
(1963) dan Lintner (1964) sebagai reaksi atas pemaparan teori Miller-Modigliani
(1961) yang menyatakan bahwa dividen tidak relevan terhadap nilai perusahaan.
Berdasarkan Bird in Hand Theory para investor lebih menyukai keuntungan
dalam bentuk dividen, dibandingkan capital gain. Hal ini berdasarkan pada fakta
bahwa para investor lebih memilih dividen sebagai cara mendapatkan keuntungan
yang pasti, yang sudah ada ditangan. Gordon mengumpamakannya dengan
adagium Bird in hand. Mengapa kita harus menantikan keuntungan dari capital
gain yang memiliki ketidakpastian dan resiko yang lebih besar. Jika saja suatu
perusahaan menjadi bankrupt atau dalam situasi collapse, maka bisa jadi investor
yang memiliki saham di dalam perusahaan tersebut mendapatkan kerugian besar.
Tetapi dengan menerima dividen, investor mendapatkan kembali kasnya
walaupun sedikit demi sedikit (Tahu, 2018:58).
Teori Bird in hand atau juga dikenal dengan teori dividend payment
preference dianggap lebih pasti meningkatkan nilai perusahaan dan kesejahteraan
para pemegang saham. Gagasan dari Gordon dan Lintner ini berpijak pada
pemikiran dari John Williams (1938), salah satu ahli ekonomi terkemuka. John
Williams meyakini bahwa harga saham ditentukan oleh nilai intrinsiknya. 
Williams menyimpulkan bahwa nilai saham itu ditentukan oleh uang yang
dihasilkan. Dengan demikian nilai intrinsik dari saham akan terwujud dalam
distribusi aliran kas melalui dividend payment dan capital gain, yakni selisih
antara harga beli dan harga jual saham. Lebih dari pada itu, Graham dan Dodd
(1934) mengungkapkan bahwa setiap dollar keuntungan yang dibayarkan dalam
bentuk dividen memiliki efek empat kali lebih kuat pada nilai perusahaan daripada
keuntungan itu ditahan atau retained earnings. Dengan demikian para pendukung
teori ini menilai bahwa saham yang memiliki dividend payouts yang tinggi akan
dicari para investor dan saham tersebut akan mempengaruhi harga pasar (Tahu,
2018:59).