Secara etimologis, manajemen merupakan proses merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, dan mengendalikan sumber daya untuk mencapai tujuan tertentu. Keuangan berkaitan dengan aktivitas memperoleh, menggunakan, mengelola, dan mempertanggungjawabkan dana. Oleh sebab itu, manajemen keuangan dapat dimaknai sebagai proses pengelolaan sumber daya finansial organisasi secara sistematis agar tujuan organisasi dapat dicapai secara efektif, efisien, dan berkelanjutan.
Manajemen keuangan tidak semata-mata identik dengan pencatatan transaksi atau penyusunan laporan keuangan. Pencatatan transaksi merupakan fokus utama akuntansi, sedangkan manajemen keuangan berfokus pada pengambilan keputusan berbasis informasi keuangan. Informasi akuntansi menyediakan data historis mengenai kondisi keuangan perusahaan; manajemen keuangan menggunakan informasi tersebut, bersama proyeksi masa depan, untuk menentukan keputusan investasi, pembiayaan, modal kerja, dividen, dan pengendalian risiko.
Gitman et al. (2015) menjelaskan bahwa manajemen keuangan berkaitan dengan keputusan mengenai bagaimana perusahaan memperoleh dana, menggunakan dana, dan mengelola aset untuk menciptakan nilai. Brigham dan Houston (2022) menempatkan manajemen keuangan sebagai aktivitas yang menyangkut keputusan investasi, keputusan pendanaan, dan keputusan pembagian laba. Sementara itu, Van Horne dan Wachowicz (2008) menekankan bahwa manajemen keuangan mencakup kegiatan memperoleh dana, menggunakan dana secara optimal, serta mengelola aset dan kewajiban agar nilai perusahaan meningkat.
Dalam konteks Indonesia, Sutrisno (2017) mendefinisikan manajemen keuangan sebagai seluruh aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan usaha memperoleh dana dengan biaya yang paling menguntungkan, menggunakan dana secara efisien, serta membagi hasil operasi perusahaan kepada para pemilik. Definisi tersebut menegaskan bahwa manajemen keuangan memiliki tiga dimensi utama, yaitu perolehan dana, alokasi dana, dan penggunaan hasil usaha.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar