Piutang usaha timbul ketika perusahaan menjual barang atau jasa secara kredit. Penjualan kredit dapat meningkatkan volume penjualan dan memperkuat hubungan dengan pelanggan, tetapi juga menimbulkan risiko keterlambatan pembayaran atau piutang tak tertagih.
Manajemen piutang mencakup kebijakan kredit, standar seleksi pelanggan, batas kredit, jangka waktu pembayaran, potongan tunai, prosedur penagihan, dan pembentukan cadangan kerugian piutang. Kebijakan kredit yang terlalu ketat dapat menurunkan penjualan; sebaliknya, kebijakan kredit yang terlalu longgar dapat meningkatkan risiko piutang macet.
Periode penagihan rata-rata atau average collection period dapat digunakan untuk mengevaluasi kecepatan penagihan piutang.
Apabila periode penagihan meningkat secara signifikan, perusahaan perlu mengevaluasi kualitas pelanggan, efektivitas proses penagihan, atau kebijakan kredit yang diterapkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar