Jumat, 04 November 2022

Jenis-jenis Strategi Koping (skripsi, tesis, disertasi)


Strategi koping bertujuan untuk mengatasi situasi dan tuntutan yang
dirasa menekan, menantang, membebani dan melebihi sumberdaya
(resources) yang dimiliki. Sumberdaya koping yang dimiliki seseorang akan
mempengaruhi strategi kopingyang akan dilakukan dalam menyelesaikan
berbagai permasalahan. Secara umum penanganan stress atau fokus dari
strategi koping dapat dibagi mejadi dua bentuk menurut Maryam (2017) yaitu:
a. Strategi Koping Berfokus Pada Masalah
Strategi ini adalah salah satu bentuk strategi kognitif. Individu
yang menggunakan strategi ini akan mencari sumber solusi dengan
berpikir secara logis dan dapat memecahkan masalahnya secara positif.
Individu akan cenderung menggunakan perilaku ini bila dirinya menilai
masalah yang dihadapinya masih dapat dikontrol dan dapat diselesaikan.
Strategi koping yang berpusat pada masalah cenderung dilakukan jika
individu merasa bahwa sesuatu yang kontruktif dapat dilakukan terhadap
situasi tersebut atau ia yakin bahwa sumberdaya yang dimiliki dapat
mengubah situasi. Sebagai contoh berikut yang termasuk strategi koping
berfokus pada masalah:
i. Confrontative koping atau konfrontasi yaitu usaha-usaha untuk
mengubah keadaan atau menyelesaikan masalah secara agresif dengan
menggambarkan tingkat kemarahan serta pengambilan resiko.
Dimana seseorang menentang masalah atau kesulitan dengan
berhadapan langsung dan secara terang-terangan. Bereaksi untuk
mengubah keadaan yang dapat menggambarkan tingkat risiko yang
harus diambil. Contohnya, seseorang yang melakukan confrontative
koping akan menyelesaikan masalah dengan melakukan hal-hal yang
bertentangan dengan aturan yang berlaku walaupun kadang kala
mengalami resiko yang cukup besar.
ii. Planful problem solving yaitu bereaksi dengan melakukan usaha-usaha
tertentu yang bertujuan untuk mengubah keadaan, diikuti pendekatan
analitis dalam menyelesaikan masalah. Contohnya, seseorang yang
melakukan planful problem solving akan bekerja dengan penuh
konsentrasi dan perencanaan yang cukup baik serta mau merubah
gaya hidupnya agar masalah yang dihadapi secara berlahan-lahan
dapat terselesaikan.
iii. Seeking social support atau kompromi yaitu mengubah keadaan secara
hati-hati, meminta bantuan kepada keluarga dekat dan teman sebaya
atau bekerja sama dengan mereka. Suatu sikap untuk mendapatkan
kenyamanan emosional dan informasi dari orang lain, bereaksi dengan
mencari dukungan dari pihak luar, baik berupa informasi, bantuan
nyata, maupun dukungan emosional. Contohnya, seseorang yang
melakukan seeking social support akan selalu berusaha menyelesaikan
masalah dengan cara mencari bantuan dari orang lain di luar keluarga
seperti teman, tetangga, pengambil kebijakan dan profesional,
bantuan tersebut bisa berbentuk fisik dan non fisik.
b. Strategi Koping Berfokus Pada Emosi
Emotion focused coping adalah strategi penanganan stress dimana
individu memberikan respon terhadap situasi stress dengan cara
emosional. Individu yang menggunakan emotion-focused koping lebih
menekankan pada usaha-usaha untuk menurunkan atau mengurangi
emosi negatif yang dirasakan ketika menghadapi masalah. Strategi koping
yang berpusat pada emosi cenderung dilakukan bila individu merasa tidak
dapat mengubah situasi yang menekan dan hanya dapat menerima situasi
tersebut karena sumber daya yang dimiliki tidak mampu mengatasi situasi
tersebut.
i. . Positive reappraisal (memberi penilaian positif) adalah bereaksi dengan
menciptakan makna positif yang bertujuan untuk mengembangkan
diri termasuk melibatkan diri dalam hal-hal yang religius. Contohnya,
seseorang yang melakukan positive reappraisal akan selalu berfikir positif
dan mengambil hikmahnya atas segala sesuatu yang terjadi dan tidak
pernah menyalahkan orang lain serta bersyukur dengan apa yang
masih dimilikinya.
ii. Accepting responsibility (penekanan pada tanggung jawab) yaitu bereaksi
dengan menumbuhkan kesadaran akan peran diri dalam permasalahan
yang dihadapi, dan berusaha mendudukkan segala sesuatu
sebagaimana mestinya. Contohnya, seseorang yang melakukan
accepting responsibility akan menerima segala sesuatu yang terjadi
saat ini sebagai nama mestinya dan mampu menyesuaikan diri dengan
kondisi yang sedang dialaminya.
iii. Self controlling (pengendalian diri) yaitu bereaksi dengan melakukan
regulasi baik dalam perasaan maupun tindakan. Contohnya, seseorang
yang melakukan koping ini untuk penyelesaian masalah akan selalu
berfikir sebelum berbuat sesuatu dan menghindari untuk melakukan
sesuatu tindakan secara tergesa-gesa
iv. Distancing (menjaga jarak) agar tidak terbelenggu oleh permasalahan.
Individu berusaha menarik diri dari lingkungan atau tidak mau tahu
dengan masalah yang dihadapi. Contohnya, seseorang yang
melakukan koping ini dalam penyelesaian masalah, terlihat dari
sikapnya yang kurang peduli terhadap persoalan yang sedang dihadapi
bahkan mencoba melupakannya seolah-olah tidak pernah terjadi apaapa.
v. Escape avoidance (menghindarkan diri) yaitu menghindar dari masalah
yang dihadapi. Contohnya, seseorang yang melakukan koping ini
untuk penyelesaian masalah, terlihat dari sikapnya yang selalu
menghindar dan bahkan sering kali melibatkan diri kedalam
perbuatan yang negatif seperti tidur terlalu lama, minum obat-obatan
terlarang dan tidak mau bersosialisasi dengan orang lain