Minggu, 23 Oktober 2022

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Identitas (skripsi, tesis, dan disertasi)


Soetijiningsih (2004) mengemukakan beberapa faktor yang dapat
mempengaruhi perkembangan identitas seseorang, yaitu;
1) Keluarga
Orang tua adalah sosok yang penting dalam perkembangan identitas
remaja (Santrock, 2003). Salah satu faktor yang berkaitan dengan perkembangan
identitas remaja adalah iklim keluarga. Iklim keluarga yang sehat, yaitu interaksi
sosioemosional diantara anggota keluarga (ibu-ayah, orang tua-anak, dan anak- anak) sikap dan perlakuan orang tua terhadap anak berjalan dengan harmonis dan
penuh kasih sayang, remaja akan mampu mengembangkan identitasnya secara
realistik dan stabil (stabil). Sebaliknya, dengan iklim keluarga yang kurang sehat,
ramaja akan mengalami kegagalan dalam mencapai identitasnya secara matang,
mereka akan mengalami kebingungan, konflik atau frustasi (Yusuf, 2011).
2) Reference group
Reference group merupakan kelompok-kelompok yang terbentuk ketika
memasuki masa remaja. Pada umumnya remaja menjadi anggota kelompok usia
sebaya (peer group) (Seotijiningsih. 2004). Misalnya kelompok agama atau
kelompok yang berdasarkan kesamaan minat tertentu. Teman sebaya merupakan
kelompok acuan bagi seorang anak untuk mengidentifikasi dirinya dan untuk
mengikuti standar kelompok. Sejak seorang remaja menjadi bagian dari
kelompok teman sebaya tersebut, identitas dirinya sudah mulai terbentuk, karena
teman sebaya membantu remaja untuk memahami identitas diri (jati/diri) sebagai
suatu hal yang sangat penting (Yusuf, 2011). Melalui kelompok tersebut remaja 
dapat memperoleh nilai-nilai dan peran yang dapat menjadi acuan bagi dirinya.
Kelompok tersebut dapat membantu remaja untuk mengetahui dirinya dalam
perbandingannya dengan orang lain sehingga mereka dapat membandingkan
dirinya dengan kelompoknya, nilai-nilai yang ada pada dirinya dengan nilai-nilai
dalam kelompok yang selanjutnya akan berpengauh kepada pertimbangan- pertimbangan apakah dia akan menerima atau menolak nilai-nilai yanga ada
dalam kelompok tersebut (Seotijiningsih, 2004). Studi-studi kontemporer tentang
remaja, juga menunjukkan bahwa hubungan yang positif dengan teman sebaya
diasosiasikan dengan penyesuaian sosial yang positif (Desmita, 2008).
3) Significant other
Yaitu merupakan seorang yang sangat berarti, seperti sahabat, guru,
kakak, bintang olahraga atau bintang film atau siapapun yang dikagumi. Orang- orang tersebut menjadi tokoh ideal (idola) karena mempunyai nilai-nilai ideal bagi
remaja dan mempunyai pengaruh yang cukup besar bagi perkembangan identitas
diri, karena pada saat ini remaja giat-giatnya mencari model. Tokoh ideal tersebut
dijadikan model atau contoh dalam proses identifikasi. Remaja cenderung akan
menganut dan menginternalisasikan nilai-nilai yang ada pada idolanya tersebut ke
dalam dirinya. Sehingga remaja sering berperilaku seperti tokoh idealnya dengan
meniru sikap maupun perilakunya dan bahkan merasa seolah-olah menjadi seperti
mereka (Seotjiningsih, 2004).