Sabtu, 01 Oktober 2022

Kepemimpinan Stratejik (skripsi, tesis, dan disertasi)

“Untuk bisa bersaing di dalam pasar persaingan yang global, organisasi membutuhkan kepemimpinan yang kuat dan efektif” (Dess et al., 2008). Kepemimpinan adalah suatu proses dimana individu mempengaruhi kelompok untuk mencapai tujuan umum Northouse dalam Thoyib (2012). Pengertian ini dipertajam bahwa kepemimpinan itu adalah kemampuan untuk menanamkan keyakinan dan memperoleh dukungan dari anggota organisasi untuk mencapai tujuan organisasi Dubrin, A. J. Dalam Thoyib (2012).Sedangkan menurut Dess dkk (2008) kepemimpin adalah agen perubahan yang sukses dalam meyakinkan bagaimana mereka mengimplementasikan strategi untuk mencapai visi dan misi mereka. Sehingga dapat disimpulkan bahwa keemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain atau anggota dalam mencapai tujuan organisasi.Selanjutnya Yulk (2010) kemampuan pemimpin melakukan tindakan strategisnya bergantung pada faktor historis organisasi (budaya organisasi) yang dipengaruhi oleh perubahan lingkungan eksternal (hadirnya kompetitor baru, perkembangan teknologi, menurunnya permintaan jasa/produk, iklim politik/peraturan yang berbeda), penguatan strategi dan peningkatan konsistensi antara strategi, struktur organisasi, budaya dan sumber daya manusia. Bianco dan Schermerhorn dalam Winerungan dan Thoyib (2012), berpendapat bahwa ciri atau karakteristik kepemimpinan strategis yakni: terlibat dalam perubahan, lebih
 
proaktif dalam mengkomunikasikan perubahan, tidak bersedia mengubah kepemimpinan menjadi konsultan eksternal serta tidak sekedar memiliki visi perubahan namun disertai kapasitas berkelanjutan untuk implementasi perubahan, selalu mendorong terciptanya perubahan perilaku secara positif, mandiri dan memungkinkan orang lain melakukan hal yang sama serta berani mengambil resiko. Rothaerment (2015) mengatakan bahwa “Strategy Leadership is the behaviour and styles of executives that influence others to achieve the organization” . Sedangkan menurut Ireland and Hitt (2008) mendefinisikan kepemimpinan strategis sebagai“the ability to anticipate, envision, maintain flexibility and empower others to create strategic change as necessary. Sedangkan, Sachin and Bansidhar (2013) mendefinisikan kepemimpinan strategis sebagai “the ability to influence others to voluntarily make day-to-day decisions that enhance the long-term viability of the organisation, while at the same time maintaining its short-term financial stability”