Oleh karena berbagai perubahan eksternal seringkali hadir secara tidak
seragam (dan bahkan terkadang sulit diduga) terhadap berbagai lini produk
(product line) yang dihasilkan suatu perusahaan seperti daur hidup produk
(product life cycle) yang tidak seragam, maka perusahaan tersebut dapat saja
melakukan kombinasi atas ketiga jenis strategi di atas secara bersama.
Dari pendapat tersebut, penulis memilih teori Porter sebagai dimensi yang
dipakai, karena dalam prapenelitian yang dilakukan di beberapa UKM kuliner di
Kota Bandung, strategi yang biasa mereka lakukan adalah strategi bersaing dari
Porter.