Sabtu, 01 Mei 2021
Kepemilikan Manajerial (skripsi dan tesis)
Teori Keagenan (agency theory) memunculkan argumentasi terhadap
adanya konflik Antara pemilik yaitu pemegang saham dengan para manajer.
Konflik tersebut muncul sebagai akibat perbedaan kepentingan diantara kedua
belah pihak.
Menurut Gideon (2005) dalam Indahningrum dan Handayani (2009),
pengertian kepemilikan manajerial adalah:
Jumlah kepemlikan saham oleh pihak manajemen dari seluruh modal saham
perusahaan yang dikelola.
Sedangkan menurut Pithaloka (2009:20), menjelaskan bahwa:
Kepemilikan manajerial menunjukan adanya peran ganda seorang manajer,
yakni manajer bertindak juga sebagai pemegang saham. Sebagai seorang manajer sekaligus pemegang saham tidak ingin perusahaan dalam keadaan
kesulitan bahkan mengalami kebangkrutan. Keadaan ini akan merugikan
baik sebagai manajer atau sebagai pemegang saham. Sebagai manajer akan
kehilangan insentif dan sebagai pemegang saham akan kehilangan return
ataupun dana yang diinvestasikannya.
Christiawan dan Josua (2007) dalam Tjeleni (2013), menyatakan bahwa:
kepemilikan manajerial adalah situasi dimana memiliki saham perusahaan atau
dengan kata lain manajer tersebut sekaligus sebagai pemegang saham.
Menurut Wahidahwati (2002:5) dalam Wahyu S A (2011), yang dimaksud
dengan kepemilikan manajerial adalah:
Tingkat kepemilikan saham pihak manajemen yang secara aktif ikut dalam
pengembilan keputusan perusahaan, misalkan direktur dan komisaris.
Menurut Sofiana (2009) dalam Pithaloka (2009), peran struktur
kepemilikan manajerial dapat dilihat dari dua sudut panadang, yaitu:
Pendekatan keagenan (agency approach) dan pendekatan informasi
asimetri atau ketidakseimbangan informasi (asymmetric information
approach). Dimana pendekatan keagenan menganggap struktur
kepemilikan manajerial sebagai sebuah instrumen atau alat untuk
mengurangi konflik keagenan diantara berbagai klaim (claim holder)
terhadap perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan meningkatkan
kepemilikan manajerial untuk mensejajarkan kedudukan manajer dengan
pemegang saham sehingga bertindak sesuai dengan keinginan pemegang
saham. Dengan adanya peningkatan persentase kepemilikan akan
mensejajarkan kedudukan manajer dengan pemegang saham maka manajer
termotivasi meningkatkan kinerja dan bertanggung jawab meningkatkan
kemakmuran pemegang saham. Sedangkan menurut pendekatan kedua,
informasi asimetri menganggap setruktur kepemilikan manajerial sebagai
salah satu cara untuk mengurangi ketidakseimbangan informasi antara
insider dan outsider melalui pengungkapan informasi di dalam pasar modal.
Dengan adanya kepemilikan saham oleh pihak insider, maka insider akan
ikut memperoleh manfaat langsung atas keputusan-keputusan yang
diambilnya, selain itu para manajer juga akan semakin hati-hati dalam
menentukan hutang perusahaan karena mereka akan memperoleh manfaat
langsung dari keputusan yang mereka ambil serta akan menanggung kerugian sebagai konsekuensi dari pengambilan keputusan yang salah.
Sehingga kebangkrutan perusahaan bukan lagi menjadi tanggung jawab
pemilik utama.
Berdasarkan beberapa definisi di atas menunjukan bahwa kepemilikan
manajerial merupakan persentase kepemilikan saham yang dimiliki oleh
manajemen perusahaan seperti direksi dan dewan komisaris maupun setiap pihak
yang terlibat secara langsung dalam pembuatan keputusan perusahaan.
Diposting oleh
Konsultasi Disertasi, Tesis, Skripsi, TA, KTI, Olah Data Online
di
12.18
Tidak ada komentar:
Label:
akutansi,
judul akutansi,
Judul Manajemen,
Konsultasi Skripsi,
Konsultasi Skripsi Jogja,
konsultasi skripsi yogyakarta,
Konsultasi Tesis,
konsultasi tesis jogja,
konsultasi tesis yogyakarta,
Manajemen
Langganan:
Postingan (Atom)