Rabu, 29 Maret 2023

Definisi Psychological Well-Being


Aspinwall (sebagaimana dikutip dalam Ramadhani et al., 2016) mengatakan
bahwa kesejahteraan psikologis atau psychological well-being merupakan
sebuah gambaran psikologis seseorang yang berfungsi secara baik dan positif.
Schultz (sebagaimana dikutip dalam Ramadhani et al., 2016) mengatakan
kalau psychological well-being adalah sesuatu hal yang memiliki fungsi secara
positif bagi seseorang dengan sebuah tujuan untuk dicapai seperti menjadi
individu yang sehat. Ryff (sebagaimana dikutip dalam Primasti & Wrastari,
2013) mengatakan bahwa psychological well-being merupakan sebuah
keadaan individu dalam true potential. True potential merupakan individu
memiliki tujuan hidup, dapat melakukan pemilihan sebuah lingkungan yang
sesuai dengan diri sendiri serta mampu memiliki dan menikmati suatu ikatan
komunikasi yang baik dengan lingkungan disekitarnya (Primasti & Wrastari,
2013).
Psychological well-being adalah sebuah keadaan dari seseorang yang
disyarati dengan adanya memiliki perasaan yang bahagia, kepuasan hidup dan
tidak memiliki ciri-ciri depresi (Ryff, 1989b). Psychological well-being bisa
dilihat dari keberfungsian psikologi yang baik seperti penerimaan diri,
hubungan baik dengan sesama, otonomi, penguasaan lingkungan sekitar,
tujuan dalam kehidupan, dan perkembangan diri. Ryff (1989a) menjelaskan
mengenai psychological well-being yang merupakan sebuah pencapaian dari
potensi seseorang. Bahwa seseorang dapat menerima diri sendiri baik itu
kelemahan atau kelebihan, mandiri, memiliki relasi yang baik atau mengarah
pada sesuatu hal yang positif dengan orang lain, penguasaan lingkungan sekitar
agar sesuai dengan apa yang diinginkan, mempunyai tujuan hidup, dan dapat
melakukan pengembangan diri. Tingkatan paling tinggi dari psychological
well-being seseorang adalah saat dapat merasakan kebahagiaan dari sesuatu hal
yang telah dilakukan, dapat merasakan kepuasan dalam hidup, kondisi 
emosional yang dimiliki positif, dapat melewati kondisi emosional yang
negatif dari pengalaman buruk dimasa lalu dan memiliki hubungan yang positif
dengan lingkungan sekitar (Ryff, 1989a).

Tidak ada komentar: