Studi kohort retrospektif dilakukan dengan
menggunakan dua kelompok yaitu kelompok studi (sekelompok orang yang terpajan
pada faktor risiko) dan kelompok kontrol (sekelompok orang yang tidak terpajan
faktor risiko). Kedua kelompok itu selanjutnya diikuti terus-menerus selama
periode waktu tertentu untuk memastikan apakah individu yang terpajan atau
tidak terpajan faktor risiko itu terjadi keluaran atau tidak. Kegunaan studi
kohort adalah untuk memberikan informasi yang pasti mengenai faktor etiologi,
terutama pada penyakit yang kronik, dan untuk mengukur asosiasi berbagai
tingkatan faktor risiko dengan penyakit (Chandra, 2008).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar