Jumat, 24 April 2020

Faktor-faktor yang mempengaruhi outcome terapi. (skripsi dan tesis)


Berdasarkan beberapa penelitian sebelumnya yang pernah dilakukan baik di Indonesia ataupun di luar negeri didapatkan beberapa hasil.
a. Faktor yang mempengaruhi outcome terapi CD4
1). Jenis kelamin
Beberapa hasil penelitian melaporkan bahwa jenis kelamin memiliki hubungan dengan peningkatan jumlah CD4. Gandhi et al., (2006) di Italia melaporkan bahwa perempuan memiliki median jumlah CD4 yang meningkat sebesar 346 sell/mm 3 dibandingkan laki-laki dengan median jumlah CD4 yang meningkat hanya sebesar 282 sell/mm3 (p=0.02) pada minggu ke 144 terapi. Di Indonesia, Yuneti (2014) melaporkan bahwa perempuan lebih besar dalam peningkatan CD4>350 sell/mm3 dibandingkan dengan lakilaki (p=0,001). Sebaliknya Diego et al., (2008) di Peru melaporkan bahwa tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan peningkatan jumlah CD4.  
2). Umur
Beberapa penelitian melaporkan bahwa usia yang lebih tua mempunyai peningkatan CD4 yang lebih baik dibandingkan usia yang lebih muda. Kaufman (2005) di Swiss melaporkan bahwa pasien dengan usia 36,5 tahun mempunyai hubungan yang mempengaruhi peningkatan jumlah CD4 >500 sel/mm3 selama 5 tahun pengobatan ARV. Prisilia (2012) di Depok melaporkan bahwa pasien dengan usia >30 tahun mengalami peningkatan CD4 lebih besar dibandingkan usia250 sel/mm3 .
3). Pendidikan
Pendidikan diduga mempengaruhi hasil pengobatan. Berdasarkan penelitian Alvarez (2012) di India melaporkan bahwa pendidikan rendah terkait dengan hasil akhir (peningkatan CD4) pada pasien yang melakukan pengobatan ARV. Yuneti (2014) melaporkan bahwa pendidikan rendah mengalami kenaikan jumlah CD4 lebih besar daripada pendidikan tinggi tapi tidak bermakna.
4). Jumlah CD4 awal
Jumlah CD4 awal yang tinggi pada pasien HIV dengan terapi ARV dihubungkan dengan kenaikan jumlah CD4 yang lebih besar. Boris (2012) di Afrika melaporkan bahwa pasien dengan jumlah  CD4 awal 200 sel/m3 dan 2x tidak mengalami peningkatan jumlah CD4 >500 sel/mm3 selama 12-30 bulan terapi ARV. Sebaliknya Muzah (2012) melaporkan bahwa selama 13 bulan terapi ARV, pasien dengan jumlah CD4 ≥200 sel/mm3 berhubungan dengan peningkatan CD4 lebih besar dibandingkan jumlah CD4 ≤200 sel/mm3 .
b. Faktor yang mempengaruhi outcome terapi berat badan
HIV yang menyerang sel CD4 menyebabkan sel tersebut menurun secara terus menerus, sehingga jika tidak diobati maka akan terjadi imunocompromised dan mudah terkena infeksi lainnya. Tubuh berada pada kondisi yang sulit untuk mempertahankan metabolismenya karena infeksi itu sendiri, dan akhirnya tubuh kehilangan kalori dan berat badan menjadi turun. Sehingga dengan pengobatan ARV bisa menaikkan jumlah CD4, sel imunitasnya naik sehingga bisa mengurangi infeksi yang terjadi dan berat badan bisa naik kembali (Anonim, 2014). Oktaviani (2011) di Semarang melaporkan bahwa peningkatan berat badan setelah pengobatanARV dapat memperbaiki kondisi infeksi dalam tubuh sehingga dapat meningkatkan asupan zat gizi yang diperlukan oleh tubuh.
 Faktor-faktor lain yang mempengaruhi outcome terapi berat badan:
1). Umur
Noor (2008) mengatakan bahwa umur merupakan karakteristik yang paling utama karena berhubungan dengan keterpaparan. Umur juga mempunyai hubungan dengan besarnya resiko terhadap penyakit tertentu.
2). Jenis kelamin
Perbedaan kejadian penyakit menurut jenis kelamin dapat timbul karena perbedaan bentuk anatomis, fisiologis, dan hormonal. Jenis kelamin juga mempunyai hubungan yang cukup erat dengan sifat keterpaparan dan tingkat kerentanan terhadap penyakit.
3). Pendidikan
Pendidikan merupakan sarana untuk medapatkan pengetahuan dan pengaruh perilaku. Tingkat pendidikan akan mempengaruhi pasien HIV/AIDS untuk menyerap informasi mengenai pola hidup sehat, cara pencegahan terhadap penularan penyakit, mampu mengembangkan sikap positif serta dapat mempengaruhi dalam mengambil keputusan untuk mencari pengobatan, dan kepatuhan dalam berobat.

Tidak ada komentar: