HIV merupakan retrovirus yang menjangkiti sel-sel sistem kekebalan
tubuh manusia (terutama CD4+ T-sel dan makrofag yang merupakan
komponen utama sistem kekebalan sel), dan menghancurkan atau mengganggu
fungsinya. Infeksi virus ini mengakibatkan terjadinya defisiensi sistem kekebalan
tubuh. Sistem kekebalan dianggap defisien ketika sistem tersebut tidak dapat lagi
menjalankan fungsinya memerangi infeksi dan penyakit lain (Sepkowitz, 2001).
Depkes RI (2003) mendefinisikan
HIV sebagai virus yang menyebabkan AIDS dengan cara menyerang sel darah putih
yang bernama sel CD4, sehingga dapat merusak sistem kekebalan tubuh manusia.
Gejala-gejala yang timbul tergantung dari infeksi oportunistik yang
menyertainya. Infeksi oportunistik terjadi karena menurunnya daya tahan tubuh
(kekebalan) yang disebabkan rusaknya sistem imun tubuh akibat infeksi HIV
tersebut (Mandal, 2010).
Human
immunodeficiency virus (HIV) adalah
virus yang menyebar melalui cairan tubuh dan menyerang sel-sel tertentu dari
sistem imun tubuh yaitu sel CD4 atau sel-T. HIV dapat menghancurkan sel-sel
pada tubuh sehingga sistem imun tubuh tidak mampu melawan infeksi dan penyakit
(CDC, 2014). Sistem imun tubuh yang lemah memungkinkan perkembangan infeksi,
sehingga timbul AIDS. AIDS yaitu kumpulan gejala penyakit defisiensi imunitas
seluler (Pinsky &Douglas, 2009). AIDS ditandai
dengan berbagai gejala klinik, termasuk immuno defisiensi berat disertai
infeksi oportunistik dan kegananasan, serta degenerasi susunan saraf pusat. Centers for Disease Control and Prevention
(CDC, 1993) memperluas definisi AIDS, yaitu dengan memasukkan semua orang HIV +
dengan jumlah CD4<200 14="" atau="" darah="" dari="" limfosit.="" nbsp="" o:p="" per="" seluruh="">200>
CD4 merupakan suatu glikoprotein
yang diekspresikandi permukaan sel T helper, sel T regulator, monosit,
makrofag dan sel dendritik. Pada manusia ekspresi CD4 disandi oleh gen CD4. CD4
pertama kali ditemukan pada tahun 1970, disebut sebagai leu-3 dan T4. Tahun 1984
istilah tersebut berubah menjadi CD4 (Bernard, 1984). Seperti halnya reseptor
permukaan lainnya, CD4 merupakan anggota dari immunoglobulin superfamily.
CD4 memiliki 4 domain immunoglobulin (D1-D4) yang terletak dipermukaan
ekstraseluler dari sel. Sel T mengekspresikan molekul CD4 di permukaannya
(Janeway et al., 2001).
Nilai absolut CD4 menggambarkan seberapa banyak CD4 fungsional yang
beredar di dalam darah. Semakin rendah jumlah CD4 maka semakin rendah sistem
imun tubuh. Nilai absolut CD4 pada orang sehat berada dalam rentang 600-1200
sel/mm3. Orang yang terinfeksi HIV rata-rata memiliki jumlah CD4
<500 mm="" sel="" sup="">3500>
. Persentase CD4 menggambarkan persentase dari
seluruh limfosit yang merupakan sel CD4. Rata-rata orang sehat akan memiliki
persentase CD4 sebesar 40 % (Cichocki, 2007).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar