HIV
adalah virus sitopatik yang diklasifikasikan dalam famili Retroviridae, subfamili Lentivirinae,
genus Lentivirus. HIV termasuk virus ribonucleic
acid (RNA) dengan berat molekul 9,7 kb (kilobases). Strukturnya terdiri
dari lapisan luar atau envelop yang
terdiri atas glikoprotein gp120 yang melekat pada glikoprotein gp4 dibagian
dalam terdapat lapisan kedua yang terdiri dari protein p17. Setelah itu
terdapat inti HIV yang dibentuk oleh protein p24. pada inti terdapat komponen
penting berupa dua buah rantai RNA dan enzim reverse transcriptase. Bagian envelope yang terdiri atas glikoprotein,
mempunyai peran penting pada terjadinya infeksi karena mempunyai afinitas yang
tinggi terhadap reseptor spesifik CD4 dari sel host.Molekul RNA dikelilingi oleh kapsid berlapis dua dan suatu
membran selubung yang mengandung protein (Nasronudin, 2007).
Jenis virus RNA dalam proses replikasinya
harus membuat sebuah salinan deoxyribo nucleic acid (DNA) dari RNA yang
ada di dalam virus. Gen DNA tersebut yang memungkinkan virus untuk bereplikasi.
Seperti halnya virus yang lain, HIV hanya dapat bereplikasi di dalam sel induk.
Di dalam inti virus, juga terdapat enzim-enzim yang digunakan untuk membuat
salinan RNA yakni antara lain: reverse transcriptase, integrase,
dan protease. RNA diliputi oleh kapsul berbentuk kerucut terdiri atas
sekitar 2000 kopi p24 protein virus. Jumlah limfosit T penting untuk menentukan progresifitas penyakit infeksi
HIV ke AIDS. Sel T yang terinfeksi tidak akan berfungsi lagi dan akhirnya mati.
Infeksi HIV ditandai dengan adanya penurunan drastis sel T dari darah tepi
(Baratawidjaya, 2009).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar