Ada beberapa masalah gizi yang terjadi pada anak usia sekolah dalam buku
Peranan Gizi dalam Siklus Kehidupan tahun 2012, antara lain:
1. Anemia defisiensi besi
Keadaan ini terjadi, karena terlalu sedikit kandungan zat besi dalam
makanan yang dikonsumsi terutama pada anak yang sering jajan sehingga
mengendurkan keinginan untuk menyantap makanan lain (Adriani, 2012)
2. Penyakit Defisiensi Yodium
Salah satu gambaran penyakit kekurangan yodium adalah pembesaran
kelenjer gondok yang disebut penyakit gondok oleh awam atau nama
ilmiahnya struma simpleks (Adriani, 2012).
3. Karies gigi Karies gigi sering terjadi pada anak, karena terlalu sering makan cemilan
yang lengket dan banyak mengandung gula. Karies yang terjadi pada gigi
sulung memang tidak berbahaya, namun kejadian ini biasanya terus
berlangsung sampai anak menjadi dewasa. Gigi yang berlubang akan
menyerang gigi yang permanen bahkan sebelum gigi tersebut menembus
gusi (Adriani, 2012).
4. Berat badan berlebih (Obesitas)
Jika tidak teratasi, berat badan berlebih akan berlanjut sampai remaja dan
dewasa. Sama seperti pada orang dewasa, kelebihan berat badan terjadi
karena ketidakseimbangan antara energi yang masuk dengan energi yang
keluar. Berbeda dengan dewasa, berat badan anak tidak boleh diturunkan,
karena penyusutan berat akan sekaligus menghilangkan zat gizi yang
diperlukan untuk pertumbuhan. Laju pertumbuhan berat selayaknya
dihentikan atau diperlambat sampai proporsi berat badan terhadap tinggi
badan kembali normal. Perlambatan ini dicapai dengan cara mengurangi
makan dan memperbanyak olahraga (Adriani, 2012).
5. Berat Badan Kurang
Kekurangan berat yang berlangsung pada anak yang sedang tumbuh
merupakan masalah serius. Kondisi ini mencerminkan kebiasaan yang
buruk. Sama seperti masalah kelebihan berat, langkah penanganan harus
didasarkan kepada penyebab serta kemungkinan pemecahannya (Adriani,
2012)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar