A. Faktor Eksternal
Faktor eksternal yang mempengaruhi status gizi antara lain:
1) Pendapatan
Masalah gizi karena kemiskinan indikatornya adalah taraf ekonomi
keluarga, yang hubungannya dengan daya beli yang dimiliki keluarga
tersebut (Santoso, 1999).
2) Pendidikan
Pendidikan gizi merupakan suatu proses merubah pengetahuan, sikap, dan
perilaku orang tua atau masyarakat untuk mewujudkan status gizi baik
(Suliha, 2001).
3) Pekerjaan
Pekerjaan adalah sesuatu yang harus dilakukan terutama untuk menunjang
hidup keluarganya. Bekerja umumnya merupakan kegiatan yang menyita
waktu. Bekerja bagi ibu – ibu akan mempunyai pengaruh terhadap
keluarga (Markum, 1991).
4) Budaya
Budaya adalah suatu ciri khas, akan mempengaruhi tingkah laku dan
kebiasaan (Soetjiningsih, 1998).
B. Faktor Internal
Faktor internal yang mempengaruhi status gizi antara lain:
1) Usia
Usia akan mempengaruhi kemampuan atau pengalaman yang dimiliki
orang tua dalam pemberian nutrisi anak balita (Nursalam, 2001).
2) Jenis Kelamin
Jenis kelamin sepertinya mempengaruhi status nutrisi dari segi genetik
(Felix, 2010).
3) Kondisi Fisik
Mereka yang sakit, yang sedang dalam penyembuhan dan lanjut usia,
semuanya memerlukan pangan khusus karena status kesadaran mereka
yang buruk. Bayi dan anak – anak yang kesehatannya buruk, adalah
sangat rawan, karena pada periode hidup ini kebutuhan zat gizi digunakan
untuk pertumbuhan cepat.
4) Infeksi
Infeksi dan demam dapat menyebabkan menurunnya nafsu makan atau
menimbulkan kesulitan menelan dan mencerna makanan (Suhardjo, et, all,
1986).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar