Person organization Fit (P-O fit) secara luas didefinisikan sebagai kesesuaian
antara nilai-nilai organisasi dengan nilai-nilai individu (Kristof, 1996; Netemeyer et
al., 1999; Vancouver et al., 1994). Pada penelitian tentang seleksi karyawan, P-O fit
dapat diartikan sebagai kecocokan atau kesesuaian antara calon karyawan dengan
atribut-atribut organisasi (Judge & Ferris, 1992). P-O fit didasarkan pada asumsi
keinginan individu untuk memelihara kesesuaian mereka dengan nilai-nilai organisasi
(Schneider, Goldstein, & Smith, 1995).
Selama ini perusahaan dalam merekrut karyawan didasarkan pada pendekatan
tradisional yaitu kesesuaian antara individu dengan pekerjaan yang ditawarkan
(Person-Job Fit). Kristof (1996) dan Sekiguchi (2004) berpendapat bahwa
13
pendekatan person-job fit ini kurang baik dalam proses seleksi karyawan, mereka
berpendapat bahwa efektivitas organisasi tidak hanya didukung oleh kesuksesan tugas
pekerjaan karyawan saja tetapi perlu memperhatikan perilaku karyawan secara luas.
Pendekatan Person organization Fit (P-O fit) dapat mendukung hal ini.
Beberapa peneliti berpendapat bahwa individu dan organisasi saling tertarik
manakala terdapat kesesuaian (compatibility) antara satu dengan yang lain, hal ini
sangat berpengaruh terhadap organisasi dalam merekrut karyawan dan juga sikap
karyawan untuk memilih pekerjaan tersebut.
Beberapa bukti empiris mendukung
pernyataan ini (Boxx et al., 1991; Chatman, 1991; O’ Reilly, Chatman & Caldwell,
1991; Vancouver & Smitt, 1991).
Perilaku individu adalah sebuah fungsi dari atribut-atribut personal dan
situasional yang saling berinteraksi, perspektif interaksi ini meningkatkan
pemahaman terhadap sikap karyawan dan tujuan mereka dalam organisasi, karena
interaksi individu dengan organisasi secara bersama-sama akan mempengaruhi
perilaku.
Berdasarkan dari pengertian Person-Organization Fit (P-O Fit) tersebut, maka
para peneliti menggunakan kesesuaian nilai-nilai sebagai operasional dari P-O Fit
karena
(1) nilai-nilai adalah fundamental dan mempertahankan karakteristik dari
individual dan organisasi (Chatman, 1991) dan
(2) nilai-nilai meramalkan sejumlah
outcomes individu yang meliputi kepuasan dan perilaku yang bertujuan (Meglino et
al., 1992).
Menurut Kristof (1996), Person-Organization Fit (P-O Fit) dapat diartikan
dalam empat konsep yaitu:
1. Kesesuaian nilai (value congruence), adalah kesesuaian antara nilai instrinsik
individu dengan organisasi (Boxx, Odom, & Dunn, 1991; Chatman, 1989,
1991; Judge & Bretz, 1992; Posner, 1992 pada Sekiguchi, 2004).
2. Kesesuaian tujuan (goal congruence), adalah kesesuaian antara tujuan
individu dengan organisasi dalam hal ini adalah pemimpin dan rekan sekerja
(Sekiguchi, 2004; Vancouver , Vancouver-Schmitt, 1991).
3. Pemenuhan kebutuhan karyawan (employee need fulfillment) adalah
kesesuaian antara kebutuhan-kebutuhan karyawan dan kekuatan yang terdapat
dalam lingkungan kerja dengan sistem dan struktur organisasi (Cable &
Judge, 1994; Turban & Keon, 1994)
4. Kesesuaian karakteristik kultur-kepribadian (culture personality congruence)
adalah kesesuaian antara kepribadian (non nilai) dari setiap individu dan iklim
atau kultur organisasi (Bowen, Ledrof & Nathan, 1991)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar