Menurut Vanderberg dan Lance (1992) yang melakukan pengujian
hubungan kausal antara kepuasan kerja dan komitmen organisasional menemukan
bukti empiris yang mendukung bahwa antecendent kepuasan kerja adalah komitmen
organisasional. Temuan ini didukung oleh analisis structural parameter estimates
yang menunjukkan hubungan kepuasan kerja dan komitmen organisasional serta
bonus equity yang signifikan kuat.
Penelitian mengenai komitmen dan kepuasan kerja di lingkungan rumah
sakit dilakukan oleh Alpander (1990). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan
sampel 150 perawat (pekerja paruh waktu). Data dioleh dengan menggunakan
pearson correlation, dan hasil analisis menunjukkan bahwa hampir semua faktor
instrisik (melekat) dari kepuasan kerja (skill variety, task autonomy, task significant,
feedback achievemen, recognition, advancement dan personal growth) mempunyai
korelasi positif dengan komitmen organisasi.
Pada model lain yang dikemukakan oleh Bateman & Strasser (1984) pada
Lum et al., (1998) menyatakan bahwa secara menyeluruh kepuasan kerja bukanlah
merupakan suatu sebab melainkan akibat semakin kuat komitmen organisasional akan
semakin tinggi kepuasan kerja, karena komitmen organisasional dapat mengawali
proses rasionalisasi terhadap sikap yang konsisten dengan perilaku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar