Dukungan atasan langsung (supervisor) diartikan sebagai sejauh mana para
pemimpin menghargai kontribusi karyawan dan peduli tentang kesejahteraan
karyawan (Bhate (2013) dalam Adhitian (2017). Supervisor dianggap sebagai perwakilan organisasi dan memiliki tanggung jawab untuk mengarahkan dan
mengevaluasi kinerja bawahan yang mana karyawan akan melihat hal tersebut
sebagai indikasi dukungan organisasi (Eisenberger et al., 2002).
Dukungan atasan langsung memiliki peran yang sangat penting dalam
membantu karyawan untuk mencapai keseimbangan peran pekerjaan.
Menurut
Feinberg (2013), dukungan atasan langsung dapat ditunjukkan dengan perilaku
sebagai berikut:
1. membantu menetapkan tujuan untuk menerapkan pelatihan,
2. memberikan bantuan ketika mencoba perilaku baru,
3. feedback pada kinerja tugas.
Supervisor bertanggung jawab untuk memantau kinerja karyawan,
melakukan penilaian berkala, dan memberikan umpan balik untuk meningkatkan
kontribusi pegawai dan komitmen terhadap organisasi. Menurut Humphrey (2002,
dalam Adhitian 2017) supervisor yang simpatik dan memberikan kebutuhan
karyawan secara khusus menghasilkan respon karyawan yang antusias. Karyawan
akan menciptakan sudut pandang terhadap supervisor mengenai sejauh mana
supervisor mengakui dedikasi dan menunjukkan simpati terhadap kesejahteraan
karyawan. Indikator dukungan supervisor menurut Chen (2003) dalam Nurdiana
(2014) terdiri atas:
1. keterlibatan supervisor dalam menjelaskan ekspektasi kinerja setelah
penelitian,
2. mengidentifikasi peluang untuk menerapkan keterampilan dan pengetahuan
baru,
3. menetapkan tujuan realistis didasarkan pada pelatihan,
4. bekerja sama dengan individu pada saat menghadapi masalah dalam
menerapkan keterampilan baru,
5. memberikan umpan balik ketika individu berhasil menerapkan kemampuan
baru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar