Kepuasan kerja merupakan orientasi individu yang berpengaruh terhadap
peran dalam bekerja dan karakteristik dari pekerjaannya. Davis dan Newton (1996)
dalam Mahardika (2006) mendefinisikan kepuasan kerja sebagai keadaan
emosional yang menyenangkan atau tidak menyenangkan ketika para karyawan
memandang pekerjaannya. Kepuasan adalah keadaan yang sifatnya subyektif yang
merupakan hasil kesimpulan yang didasarkan pada suatu perbandingan mengenai
apa yang diterima karyawan dari pekerjaannya dibandingkan dengan yang
diharapkan, diinginkan, dan dipikirkannya sebagai hal yang pantas atau berhak
atasnya.
Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja menurut
As’ad (2004) dalam Melani (2012) antara lain:
1. Faktor Psikologis
Faktor yang berhubungan dengan kejiwaan pegawai yang meliputi minat,
ketentraman kerja, sikap terhadap kerja, dan perasaan kerja.
2. Faktor Fisik
Faktor yang berhubungan dengan fisik lingkungan kerja dan kondisi fisik
pegawai, meliputi jenis pekerjaan, pengaturan waktu kerja, perlengkapan
kerja, sirkulasi udara, dan kesehatan pegawai.
3. Faktor Finansial
Faktor yang berhubungan dengan jaminan serta kesejahteraan pegawai,
yang meliputi sistem penggajian, jaminan sosial, besarnya tunjangan,
fasilitas yang diberikan, promosi dan lain-lain.
4. Faktor Sosial
Faktor yang berhubungan dengan interaksi sosial baik antara sesama
karyawan, dengan atasannya, maupun karyawan yang berbeda jenis
pekerjaannya.
Kepuasan kerja merupakan hal yang bersifat individual.
Setiap individu
akan memiliki tingkat kepuasan yang berbeda sesuai dengan sistem yang berlaku
dalam dirinya. Hal ini disebabkan oleh adanya perbedaan pada masing-masing
individu. Semakin banyak aspek dalam pekerjaan yang sesuai dengan keinginan
individu, maka semakin tinggi tingkat kepuasan yang dirasakan, dan sebaliknya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar