kepercayaan berasal dari kata percaya yang dalam bahasa
inggris diistilahkan dengan kata artinya mengakui atau meyakini
kebenaran, jadi kepercayaan adalah keinginan individu untuk
bersandar kepada individu lain yang kita yakini. Kepercayaan adalah
perasaan manusia yang diperkuat dan ditingkatkan oleh
pertimbangan dan komitmen bersama, dan merupakan konsep yang
didasari pada ketulusan dan integritas dalam perasaan paling umum
(Gulbahar, 2017). Sedangkan menurut Duane dan O’ Reilly (2017)
mengartikan kepercayaan bahwa satu pihak dalam suatu hubungan
ada yang membatasi hubungan sehingga pihak yang lain tidak akan
mengeksploitasi kelemahannya. Menurut Sahoo dan Sahoo (2019)
Studi telah dilakukan dimana kepercayaan organisasi dianggap
sebagai mediator (seperti antara keadilan organisasi dan hubungan
karyawan, konflik organisasi dan hubungan karyawan.
Sedangkan menurut Altutas dan Baykal (2010) menyatakan
bahwa kepercayaan organisasi adalah keyakinan dari individu atau
kelompok secara keselurahan bahwa organisasi akan melakukan
segala untuk bertindak untuk seseuai dengan itikad baik untuk
bertindak sesuai dengan komitmen, bahwa kejujuran dalam
hubungan akan memastikan konsekuensi dari komitmen dan bahwa
orang-orang yang terlibat tidak akan berusaha untuk mengambil
keuntunga dari orang lain bahkan jika memiliki kesempatan.
Kepercayaan intra organisasi: yaitu kepercayaan karyawan pada
organisasi tempat bekerja, karyawan mencangkup semua anggota
organisasi yang dipekerjakan oleh organisasi, terlepas dari peran
atau, posisi hierarkis mereka (Wiebel et al., 2015). Lebih lanjut
menyoroti pentingnya praktik kontekstualisasi untuk mereproduksi
kepercayaan aktif yang sudah dikenal dan mengonseptualisasikan
sebagai pemberi kepercayaan yang sedang berlangsung (kembaliI
kreasi konteks yang relevan (Grimpe, 2019). Terkait Kasten, (2018)
mengusulkan bahwa pemeliharaan kepercayaan berbasis identifikasi
membutuhkan perilaku kepercayaan berkelanjutan yang
menegaskan kembali landasan sosio-emosional dari hubungan
tersebut.
Dari penejelasan definisi dari beberapa ahli diatas dapat
disimpulkan kepercayaan merupakan suatu tingkat keyakinan, kunci
dalam hubungan sosial dan ekonomi, serta adanya timbal balik
tindakan dari pihak satu ke pihak lain, perasaan seseorang karyawan
yang memiliki keyakinan organisasi akan melakukan tidnakan atau
memberikan sesuatu yang menguntungkan atau setidaknya tidak
memberikan dampak yang dapat mmerugukan dirinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar