Menurut (Wardani et al., 2021) job crafting adalah kegiatan yang
dilakukan secara inisiatif dan berdasarkan kemampuan yang dipunya oleh
karyawan dalam menyelesaikan pekerjaannya. Ia juga berpendapat bahwa dengan
semakin banyaknya tuntunan dan beban kerja yang dirasakan karyawan saat ini,
salah satu cara yang mampu dilakukan untuk mengurangi hal tersebut adalah
dengan melakukan job crafting.
(Nesimnasi, 2022) mendeskripsikan job crafting sebagai kemampuan
karyawan untuk mendesain ulang pekerjaan mereka secara mandiri sehingga
pekerjaan tersebut akan terasa lebih mudah dan nyaman karena terciptanya
keseimbangan antara tuntutan kerja dan keterampilan karyawan itu sendiri.
Menurut (Tims et al., 2014) job crafting didefinisikan sebagai sebuah
strategi yang digunakan oleh karyawan untuk bisa menciptakan lingkungan kerja
yang baik dan nyaman di mana nantinya mereka bisa meningkatkan kinerjanya. Hal
ini sejalan dengan (Bakker & Oerlemans, 2018) yang menyebutkan bahwa dengan
mengimplementasikan job crafting akan memberikan kecocokan antara karyawan
dengan pekerjannya serta meningkatkan keterlibatan kerja sebab karyawan itu
sendiri yang membuat suasana dan pekerjaan mereka lebih mengasyikan.
Selain itu, job crafting juga menjadi hal yang penting bagi karyawan
karena di dalam job crafting itu sendiri terdapat perubahan atau modifikasi yang
dilakukan untuk dapat merubah persepsi tentang tugas serta makna dibalik
pekerjaannya (Budiani et al., 2022). Sehingga, bagi individu, tim kerja, dan
organisasi secara keseluruhan yang mengimplementasikan perilaku job crafting ini
akan menghasilkan dampak yang positif (De Gennaro, 2019).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar