Sumber daya manusia merupakan bagian penting dalam menjalankan
kegiatan organisasi yang dapat memberikan kontribusi paling besar untuk
mencapai suatu keberhasilan. Karena hal tersebut, adanya pembinaan dari
organisasi dan pengembangan karyawan sangat diperlukan guna menciptakan
karyawan yang berkualitas. Adanya karyawan yang berkualitas akan mampu
menciptakan kinerja yang berkualitas juga.
Setiap organisasi/perusahaan tidak hanya membutuhkan karyawankaryawan dengan kualitas tinggi. Selain hal tersebut perusahaan juga
membutuhkan komitmen yang tinggi pada seluruh karyawannya. Menurut
Newstrom (2007: 207) komitmen organisasi atau loyalitas karyawan adalah
sejauh mana seorang karyawan mengidentifikasi organisasi dan keinginan
karyawan untuk melanjutkan partisipasi di dalamnya.
Kesadaran akan hal tersebut akan memberikan dampak yang positif bagi
kemajuan perusahaan. Dampak positif yang tercipta adalah dengan adanya
komitmen organisasi yang tinggi pada karyawan, pihak perusahaan dapat
mengurangi biaya pemeliharaan sumber daya manusia sebagai akibat dari kasus
turnover, membantu untuk mencapai kesejahteraan perusahaan untuk meraih
tujuan dan memiliki kemungkinan besar untuk dapat berpartisipasi dalam
kemajuan perusahaan.
Tidaklah mudah untuk menciptakan komitmen yang tinggi pada
karyawan. Karena hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya
yaitu faktor karakteristik personal yang diketahui bahwa diri dan keluarga sangat
berpengaruh terhadap komitmen organisasi. Menurut Chusmir (dalam Buhali &
Margaretha, 2013: 16) karakteristik personal akan menimbulkan dua keadaan
eksternal yang akan mempengaruhi komitmen organisasi, yaitu keluarga dan
situasi pekerjaan.Hal ini terkait sejauh manakah dukungan keluarga yang
diberikan atas pekerjaan tersebut dan dukungan di lingkungan pekerjaan yang
dapat dilihat dari seberapa besarkah keadilan yang diterima di lingkungan
pekerjaan tersebut. Keadilan yang dimaksudkan dalam hal ini yaitu keadilan
prosedural dan keadilan distributif.
Ketika karyawan merasakan keadilan prosedural dan keadilan distributif
dari perusahaan dalam bentuk penerimaan upah dan penghargaan yang baik dan
penerapan prosedur yang berlaku di perusahaan, maka karyawan akan merasa
memiliki kewajiban untuk membalas dengan memberikan kontribusi pada
perusahaan dengan terciptanya komitmen organisasi yang tinggi, dan sebaliknya.
Menurut Bingham (dalam Tyler & Lind, 1992; dalam Al-Zu’bi 2010: 103) secara
umum, penelitian menunjukkan bahwa jika proses dan prosedur organisasi yang
dianggap adil, maka karyawan akan lebih puas, lebih bersedia untuk menerima
keputusan prosedur yang ada dan lebih mungkin untuk membentuk sikap positif
tentang organisasi.
Minggu, 15 Oktober 2023
Pengaruh Keadilan Prosedural dan Keadilan Distributif terhadap Komitmen Organisasi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar