Organizational Citizenship Behavior didefinisikan sebagai perilaku individu
yang bebas dan tidak secara langsung dan secara eksplisit menerima penghargaan
resmi, dan efektivitas keseluruhan mendorong fungsi organisasi (Podsakoff, P. M.,
MacKenzie, S. B., Paine, J. B., and Bachrach, 2000).
Organizational Citizenship Behavior merupakan perilaku individu yang bebas,
yang tidak secara langsung atau eksplisit diakui oleh sistem pemberian penghargaan
dan dalam mempromosikan fungsi efektif organisasi Soegandhi dkk., ( 2013).
Organizational Citizenship Behavior atau peraturan „ekstra‟ yang tidak dapat
dijelaskan secara formal, tetapi ada dan berakar dalam suatu organisasi (Rini, Dyah
P., 2013).
Organizational Citizenship Behavior merupakan aspek yang unik dari aktivitas
individual dalam bekerja. Organisasi akan berhasil apabila karyawan tidak hanya
melakukan tugas pokoknya saja, namun juga mau melakukan tugas ekstra seperti
mau bekerja sama, tolong menolong, memberikan saran, berpartisipasi secara aktif,
memberikan pelayanan ekstra kepada pelanggan, serta mau menggunakan waktu
kerjanya dengan efektif (Soegandhi et al., 2013).
Sedangkan menurut Andriani (2012) organizational citizenship behavior
merupakan perilaku yang muncul atas dasar kebijaksanaan seorang karyawan yang
dilakukan secara sukarela dan tidak ada paksaan.
Organizational Citizenship Behavior dalam sebuah organisasi membutuhkan
proses adaptasi dengan lingkungan baru serta iktikad baik organisasi atau gambaran
eksternal reputasi organisasi. Sehingga dapat disimpulkan, bahwa menurut
Fitriastuti (2013), Organizational Citizenship Behavior merupakan:
a. Perilaku yang bersifat sukarela, bukan merupakan tindakan yang terpaksa
terhadap hal-hal yang megedepankan kepentingan organisasi.
b. Perilaku individu sebagai wujud dari kepuasan berdasarkan kinerja, tidak
diperintahkan secara formal dari organisasi.
c. Tidak berkaitan secara langsung dan terang-terangan dengan sistem reward
formal.
Menurut Niehoff, B. and Moorman, (1993) indikator yang digunakan untuk
mengukur Organizational Citizenship Behavior. Indikator tersebut adalah:
1. Altruism yaitu perilaku karyawan membantu rekan kerja dalam menyelesaikan
pekerjaannya tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Dimensi ini mengarah
kepada memberi pertolongan yang bukan merupakan kewajiban pekerjaannya.
2. Courtesy yaitu perilaku menjaga hubungan baik dengan rekan kerjanya dan
meringankan problem-problem yang berkaitan dengan pekerjaan yang dihadapi
oleh karyawan lain serta mencegah terjadinya permasalahan atau mengurangi
terjadinya masalah.
3. Sportsmanship yaitu lebih menekankan pada aspek-aspek positif organisasi
daripada aspek-aspek negatifnya, mengindikasikan perilaku tidak senang
protes, tidak mengeluh, tidak membuat isu, dan tidak membesar-besarkan
masalah kecil. Sehingga karyawan akan lebih sopan dan bekerja sama dengan
karyawan lain yang akan menciptakan lingkungan kerja yang lebih
menyenangkan.
4. Conscientiousness yaitu menggambarkan karyawan yang melaksanakan tugas
dan tanggung jawab lebih dari apa yang diharapkan oleh perusahaan. Perilaku
sukarela yang bukan merupakan kewajiban atau tugas karyawan.
5. Civic Virtue yaitu perilaku yang mengindikasikan taggung jawab pada
kehidupan organisasi (mengikuti perubahan dalam organisasi, mengambil
inisiatif untuk merekomendasikan bagaimana operasi atau prosedur-prosedur
organisasi dapat diperbaiki, dan melindungi sumber-sumber yang dimilikii oleh
organisasi). Dimensi ini mengarah pada tanggung jawab yang diberikan
organisasi untuk meningkatkan kualitas dalam bidang yang ditekuninya.
Minggu, 15 Oktober 2023
Organizational Citizenship Behavior
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar