Minggu, 15 Oktober 2023

Indikator Kepuasan Kerja


Indikator kepuasan kerja menurut Hasibuan (2012: 128), yang digunakan
dalam penelitian ini yang dapat mengukur kepuasan kerja adalah:
1. Kedisiplinan
Merupakan sikap penuh kerelaan dalam mematuhi semua aturan dan
norma yang ada dalam menjalankan tugasnya sebagai bentuk tanggung
jawabnya terhadap pekerjaannya.
2. Moral kerja
Dapat diartikan sebagai persepsi karyawan terhadap keadaan yang ada
dengan kata lain kesejahteraan, tingkat kepuasan karyawan dengan kondisi
oranisasi dan keadaan sekitarnya.
3. Turnover kecil
Tingginya angka turnover atau keluar masuknya karyawan menjadi cermin
bagi sebuah perusahaan atau organisasi, apakah memang mereka merekrut
karyawan yang tidak tahan banting atau apakah perusahaan terlalu kejam
terhadap karyawan.
Kemudian juga terdapat indikator kepuasan kerja menurut Mas’ud dalam
Rejeki (2015: 22), yaitu:
1. Kepuasan terhadap gaji, diukur dengan indikator: hal yang berhubungan
dengan gaji yang diberikan perusahaan dibandingkan dengan pesaing, gaji
yang sesuai dengan tanggung jawab, tunjangan.
2. Kepuasan dengan promosi, diukur dengan indikator: hal yang
berhubungan dengan promosi dalam perusahaan, tingkat kemajuan karir. 
3. Kepuasan dengan rekan sekerja, diukur dengan indikator: hal yang
berhubungan dengan sifat rekan sekerja, mendukung atau tidak.
4. Kepuasan dengan penyelia, diukur dengan indikator: hal yang
berhubungan dengan dukungan dari supervisor, motivasi kerja, dan
sebagainya.
5. Kepuasan dengan pekerjaan itu sendiri, diukur dengan indikator: hal yang
berhubungan dengan ketertarikan terhadap pekerjaan, kesenangan, dan
keberhasilan pekerjaan.
Sedangkan menurut Boles et al (2007) dalam penelitian puspita (2013:32),
mengemukan indikator kepuasan kerja adalah:
1. Beban kerja, merupakan tempat dikumpulkan sejumlah tugas pegawai
yang wajib diselesaikan oleh pegawai.
2. Gaji, merupakan suatu jasa memberi imbalan yang diterima dari hasil kerja
pegawai.
3. Kenaikan jabatan, merupakan suatu kesempatan baik bagi pegawai untuk
dapat terus aktif dan berkembang dibidangnya sebagai bentuk aktualisasi
diri pegawai.
4. Pengawas, merupakan kepedulian atasan untuk dapat menunjukan
perhatiannya kepada bawahannya dan memberikan suatu bantuan ketika
pegawai sedang mengalami kesulitan kerja.
5. Rekan kerja, merupakan pegawai dalam menjalin suatu persahabatan
dengan sesama pegawai dan saling mendukung dalam situasi apapun
dilingkungan kerja.

Tidak ada komentar: