Pemimpin harus menjalin hubungan kerjasama yang baik dengan bawahan,
sehingga terciptanya suasana kerja yang membuat bawahan merasa aman, tentram,
dan memiliki suatu kebebasan dalam mengembangkan gagasannya dalam rangka
tercapai tujuan bersama yang telah ditetapkan. Faktor-faktor yang mempengaruhi
kepemimpinan menurut (S. P. Siagian, 2014), sebagai berikut, hal.
1. Kepribadian, pengalaman masa lampau, dan harapan pemimpin. Sebagai
contoh, seorang manajer yang telah berhasil melaksanakan supervisi kecil,
mungkin memilih gaya kepemimpinan yang berorientasi pada karyawan.
Memperlihatkan bahwa situasi sering berkembang kearah yang kita harapkan-
suatu gejala yang lazim disebut sebagai ramalan yangmenjadi kenyataan dengan
sendirinya.
2. Harapan dan perilaku atasan.
Memiliki kekuasaan untuk menyalurkan imbalan organisasional seperti bonus
dan promosi, para atasan tentu saja mempengaruhi perilaku manajer tingkat
bawah. Disamping itu, manajer tingkat bawah biasanya cenderung menjadikan
atasannya sebagai model.
3. Tuntutan tugas
Sifat dan tanggung jawab pekerjaan bawahan juga akan mempengaruhi gaya
kepemimpinan yang akan dipilih seorang manajer. Pekerjaan yang memerlukan
instruksi yang tepat (menguji cirkuit cetak) menuntut gaya yang lebih
berorientasi pada tugas dari pada pekerjaan yang langkahlangkah
pelaksanaannya sebagian besar diserahkan kepada karyawanmasing-masing.
4. Harapan dan perilaku rekan
Pandangan dan sikap rekan manajer sering sangat efektif mempengaruhi kerja
manajer. Perilaku para manajer mempengaruhi rekan mereka; contohnya,
seorang rekan kerja yang bersifat memusuhi dapat menjatuhkan seorang
manajer dengan bersaing memperebutkan sumberdaya dan berperilaku tidak
bisa diajak kerjasama. Apapun kecenderungannya sendiri, manajer condong,
sampai tingkat tertentu, mengikuti gaya manajemen rekan-rekannya.
5. Karakteristik, harapan dan perilaku bawahan
Keterampilan, pelatihan dan sikap bawahan mempengaruhi gaya yang dipilih
manajer. Karyawan yang sangat mampu biasanya kurang memerlukan
pendekatan yang bersikap perintah, dan sementara karyawan lain mungkin lebih
menyukai seorang pemimpin yang otoriter, yang lain lagi mungkin lebih suka
diberi tanggung jawab penuh atas pekerjaannya sendiri.
6. Kultur dan kewajiban organisasi.
Keduanya membentuk perilaku pemimpin dan harapan bawahan. Untuk
melakukan transisi dari saat memulainya wiraswasta sampai kematangan yang
mapan, banyak perusahaan komputer yang bertumbuh cepat, seperti Sun
Microsistem dan Apple, harus mengadopsi bermacam gaya manajemen.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar