Rahmawati (2012 : 112) dalam buku yang berjudul “Teori Akuntansi keuangan” menjelaskan bahwa jika manajemen laba yang digunakan secara terlalu ekstrim maka investor akan kehilangan kepercayaan pada pelaporan keuangan. Banyak alasan kuat yang menyebabkan manajer – manajer tertarik untuk merubah pilihan kebijakan (misalnya GAAP), yang secara alamiah diharapkan mereka memilih kebijakan untuk memaksimalkan kegunaan (manfaat) mereka dan atau nilai pasar perusahaan. Tindakan itulah yang dinamakan manajemen laba. Pemahaman manajemen laba penting bagi akuntan karena dapat meningkatkan pemahaman tentang manfaat laba bersih baik untuk pelaporan investor dan untuk kontrak.
Manajemen laba adalah pilihan manajer tentang kebiijakan akuntansi untuk mencapai beberapa tujuan khusus. Pilihan kebijakan akuntansi dibagi menjadi 2 kategori : 1.Pilihan kebijakan akuntansi dari garis lurus ke amortisasi saldo menurun atau kebijakan dalam pegakuan pendapatan. 2.Akrual kebijakan seperti : provisi kerugian kredit , biaya jaminan, dan nilai persediaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar