Jumat, 24 Maret 2023

Jenis-jenis Digital Marketing


Memanfaatkan digital marketing sebagai sarana pemasaran online memudahkan
pelaku usaha dalam menjangkau pasar yang lebih luas dengan menggunakan 
media digital. Dalam EBook Digital Marketing DomaniNesia (2019:1-20)
mengungkapkan beberapa jenis digital marketing diantaranya :
1. SEO (Search Engine Optimization)
SEO merupakan sebuah proses untuk mengoptimalkan website yang dimiliki
agar masuk ranking yang lebih tinggi pada kolom pencarian Google.
Fungsinya adalah menarik lebih banyak traffic (jumlah orang yang
mengunjungi website) yang masuk secara organik atau gratis. Media yang
memperoleh manfaat dari kegiatan digital marketing ini adalah Website, Blog,
Infografis. Dengan memanfaatkan SEO memungkinkan website memiliki
rangking tertinggi di Google, hal ini tidak hanya mendatangkan traffic cumacuma. Namun hal ini akan meningkatkan kredibilitas sebuah website dimata
pengunjungnya.
2. Content Marketing
Content Marketing merupakan sebuah usaha untuk membuat dan
mempromosikan konten dengan tujuan untuk membuat sebuah kesadaran
terhadap merek tertentu (brand awareness). Tidak hanya itu hal ini juga dapat
meningkatkan traffic yang masuk dan para customer yang potensial.
3. Social Media Marketing
Kegiatan social media marketing ini secara sederhana adalah mempromosikan
brand melalui konten di media sosial. Tujuannya adalah meningkatkan
penjualan, brand awareness, traffic dan leads (orang yang sudah terpengaruh
oleh produk dan jasa yang ditawarkan) untuk bisnis yang anda dijalankan.
Pemasaran dengan menggunakan media sosial berfungsi untuk memangkas 
jarak antara customer dan brand. Terutama untuk merk-merk yang tidak
membutuhkan mesin pencari untuk menemukannya atau memiliki tingkat
persaingan yang cukup tinggi di mesin pencari atau juga merupakan sebuah
produk visual dimana calon pembeli cenderung memilih setelah melihat
produknya. Media yang terlibat dalam kegiatan pemasaran ini diantaranya;
Facebook, Instagram, Tik-tok, Twitter, dan media sejenis lainnya.
4. PPC (Pay-Per-Click)
PPC merupakan sebuah metode untuk mendatangkan traffic ke suatu website
dengan cara membayar publisher untuk setiap kali iklan yang diklik atau
dibuka orang lain. Salah satu tipe PPC yang paling umum digunakan adalah
Google AdWords, yang bisa memberikan slot paling atas dalam mesin pencari
Google. Selain PPC Google, masih ada beberapa contoh PPC yang lain
misalnya; iklan di Facebook Ads, Instagram Ads, Tik-tok Ads dan sebagainya.
5. Affiliate Marketing
Jenis pemasaran yang satu ini adalah dengan memberikan komisi pada
seseorang yang memasarkan produk atau jasa yang ada di website anda.
Affiliate marketing ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan Youtube Partner
Program dan membuat sebuah link affiliasi khusus yang dibagikan melalui
account media sosial.
6. Marketing Automation
Marketing automation atau pemasaran secara otomatis biasanya merujuk pada
penggunaan software untuk membantu seorang marketer. Software yang
digunakan biasanya untuk mengulang sebuah strategi pemasaran atau 
melakukannya secara masif tanpa dijalankan secara manual. Contoh
penggunaan software ini biasanya pada bagian; Mengirim email, posting
media sosial dengan jadwal tertentu, mengupdate daftar kontak, tracking dan
report sebuah strategi yang sedang berjalan.
7. Email Marketing
Email marketing adalah hal yang tidak boleh dikesampingkan dalam digital
marketing. Email dapat digunakan sebagai media untuk mengirimkan
promosi, diskon, atau event yang akan berlangsung. Secara garis besar bentuk
email marketing yang sering digunakan adalah Email berbentuk follow up
ketika mendownload sesuatu dari Internet, ucapan selamat datang atau selamat
bergabung dan promosi pada saat liburan hingga program khusus member.
8. Native Advertising
Konsep native advertising ini berupa tulisan artikel atau video. Native
advertising dibuat seakan-akan menjadi konten reguler yang setiap hari
disampaikan. Contoh native advertising adalah video di youtube,instagram,tik
tok dan tweet di twitter mengenai review produk
9. Online PR (public relations)
Online PR adalah praktek memperoleh aset online melalui media digital
misalnya publikasi secara online, blog, atau berbagai konten yang diposting di
website. Hampir mirip dengan PR (public relations) secara tradisional, namun
dilakukan secara online. Untuk memaksimalkan kegiatan online PR dapat
menggunakan reporter yang menyampaikan berita melalui media sosial, 
menanggapi setiap review secara online untuk perusahaan dan menanggapi
komentar-komentar yang ada di website dan media digital lainnya.

Tidak ada komentar: