Rabu, 15 Februari 2023

Pengertian Kebermaknaan dalam Bekerja (skripsi, tesis, dan disertasi)

Kebermaknaan dalam bekerja berhubungan erat dengan kebermaknaan hidup. Bahkan adanya kebermaknaan dalam bekerja merupakan hasil dari pengembangan dari teori kebermaknaan dalam hidup. Tidak sedikit orang menjalanihidup dengan tanpa makna. Manusiamengalami hidup sebagai sebuah kesia-siaan. Bahkan dirisendiri dalam ukuran tertentu mungkin pernah (atau akan) mengalami kekosongan hidup. Penderitaan manusia yang paling dalam adalah hidup yang tidak bermakna. Victor Frankl menyebut fenomenapenderitaan batin yang disebabkan oleh ketiadaan makna hidup ini sebagai kehampaan eksistensial. Salah satu wujud dari kehampaan eksistensial adalah rasa bosan secara mendasar, yakni situasi ketiadaan makna dari apa yang dilakukan.Kehampaan eksistensial juga muncul dalam bentuk terselubung berupa pencarian kekuasaan dan kekayaan. Kegagalan menemukan makna hidup dikompensasikan ke dalam dorongan meraih kuasa dan harta. Secara tidak sadar manusia mengalihkan penderitaan batin akibat ketidakbermaknaan hidup ke dalam perjuangan diri meraih kekuasaan, kekayaan atau mencari kesenangan. (Triyono, 2010).Keluhan kekosongan hidup bahkan tidak jarang diungkapkan oleh individuyang mengalami kesuksesan dalam karier dan keuangan. Permasalahan kebermaknaan dalam hidup lalu menjadi akar adanya teori kebermaknaan dalam bekerja. Hal ini juga di dukung dengan sejarah pertama kali manajemen ilmiah atau manajemen yang menggunakan ilmu pengetahuan, dibahaspada sekitar tahun
 1900an oleh Frederick Taylor.Teori manajemen ilmiahyang dicetuskan Taylormembuat banyak pekerja merasafrustrasi dikarenakan adanya otomatisasi pola kerja yang cenderung meminggirkan aktivitas pikiran dan perasaan.Para pekerja harus mengikuti semua peraturan yang ada, diperlakukan seperti mesin agar dapat meningkatkan produktivitas dalam organisasi.Selain itu, teori Taylor ini menimbulkan rasa takut bagipara pekerja karena para pekerjaberanggapan bahwa pekerjayang bekerja lebih keras atau lebih cepat akan cepat menghabiskan pekerjaan apapun yang tersedia dan akan berakibat pemberhentian pekerjaserta mereduksimanusia.

Tidak ada komentar: