Minggu, 15 Januari 2023

Penilaian dan Pengukuran Prestasi Kerja (skripsi, tesis, dan disertasi)

Davis and Newstroom (2012) menyatakan bahwa penilaian prestasi kerja merupakan suatu proses dimana organisasi mengevaluasi hasil kerja yang dilakukan oleh karyawan. Sehingga penilaian prestasi kerja merupakan mekanisme yang dapat digunakan untuk memastikan apakah setiap karyawan pada setiap tingkatan telah menyelesaikan tugasnya dengan baik. Dengan demikian sistem penilaian dapat digunakan oleh badan usaha terutama Supervisor dan Manajer untuk mengevaluasi prestasi kerja, sehingga apabila ada hasil kerja menurun dapat diambil suatu tindakan. Menurut Cascio (2013) penilaian prestasi kerja mempunyai dua tujuan yaitu meningkatkan job performancemasing-masing karyawan dan memberikan informasi untuk karyawan dan manajer dalam pengambilan keputusan. Sesuai dengan tujuan dari penilaian prestasi kerja maka sebaiknya penilaian prestasi kerja dilakukan secara terbuka dan rahasia, maksud dari sifat terbuka yaitu: bahwa karyawan yang dinilai berhak mengetahui penilaian yang di berikan oleh atasannya, selain itu apabila menurut karyawan penilaian yang dilakukan tidak sesuai atau tidak adil, maka karyawan dapat mengajukan keberatan atas penilaian yang diberikan kepadanya. Dalam mengajukan keberatan karyawan harus bisa memberikan fakta-fakta maupun alasan yang logis. Yang dimaksud dengan rahasia adalah penilaian yang dilakukan hanya diketahui oleh penilai, karyawan yang dinilai dan atasan badan usaha. Badan usaha yang membutuhkan data setiap karyawan yang akan digunakan dalam berbagai keputusan kepegawaian. Marc G Singer (2011) menyatakan bahwa penilaian prestasi kerja adalah suatu sistem pemeriksaan karyawan secara periodik dan memberi umpan balik atas prestasi kerja yang dilakukan, umpan balik bisa positif dan negatif. Yang positif berupa promosi, kenaikankompensasi, sedangkan umpan balik yang negatif bisa berupa mutasi. Penilaian prestasi kerja bisa
 
 
dilakukan sekali atau dua kali dalam setahun dalam kebanyakan organisasi, tetapi jaraknya berjauhan tergantung dari kebijakan organisasi.Dalam mengukur prestasi kerja karyawan dipergunakan sebuah daftar pertanyaan yang berisikan beberapa dimensi kriteria tentang hasil kerja. Bernardin dan Russel (2012) mengungkapkan bahwa terdapat enam indikator yang digunakan untuk mengukur prestasi kerja karyawan antara lain : 1.Quality Merupakan suatu tingkatan yang menunjukkan proses pekerjaan atau hasil yang sudah di capai atas suatu pekerjaan mendekati adanya kesempurnaan.2.Quantity Merupakan jumlah yang sudah selesai diproduksi yang dinyatakan dalam nilai mata uang, jumlah unit produk atau jumlah siklus aktivitas yang telah diselesaikan.3.TimelinessMerupakan suatu tingkatan yang menunjukkan bahwa suatu pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat dari waktu yang telah ditentukan.4.Cost EffectivenessMenunjukkan suatu tingkatan yang paling maksimal dari penggunaan sumber daya yang dimiliki badan usaha untuk mendapatkan keuntungan yang maksimum.5.Need for SupervisionMerupakan tingkatan dimana seorang karyawan dapat melaksanakan suatu pekerjaan tanpa harus meminta bimbingan atau campur tangan pihak lain.6.Interpersonal ImpactMerupakan suatu tingkatan keadaan dimana karyawan dapat menciptakan suasana nyaman dalam bekerja, percaya diri, serta kerjasama antar rekan sekerja.Dengan mengadakan penilaian prestasi kerja maka diharapkan pimpinan dapat memantau prestasi kerja dari para karyawan baik secara individu maupun sebagai suatu kesatuan kelompok kerja. untuk itu seorang pemimpin diharapkan dapat menetapkan kriteria penilaian yang jelas serta 
objektif sehingga penilaian yang dilakukan memperoleh hasil yang akurat dalam setiap aktivitas pekerjaan yang dinilai. Untuk penilaian prestasi kerja yang efektif maka dilakukan penilaian prestasi kerja secara spesifik dalam setiap aktifitas pekerjaan sehingga diharapkan dapat memberikan umpan balik bagi karyawan dalam melaksanakan pekerjaan.

Tidak ada komentar: