Pamela & Oloko (2015) Motivasi adalah suatu kunci dari organisasi yang sukses untuk menjaga kelangsungan suatu pekerjaan di dalam suatu organisasi dengan cara dan bantuan yang kuat untuk bertahan tetap bisa berjalan. Motivasi adalah memberikan bimbingan yang tepat atau arahan, sumber daya dan imbalan yang sesuai agar mereka terinspirasi dan tertarik untuk bekerja dengan cara yang sesuai yang anda inginkan. Chukwuma & Obiefuna (2014) Motivasi adalah suatu proses membangkitkan perilaku seseorang, mempertahankan kemajuan perilaku seseorang, dan menyalurkan perilaku suatu tindakan dengan spesifik. Dengan demikian, kebutuhan dan keinginan mendorong karyawan untuk bertindak. Motivasi adalah proses yang dimulai dari kebutuhan dalam diri manusia yang menciptakan kekosongan dalam diri seseorang. Berkualitas tinggi, dan cenderung lebih produktif jika di bandingkan dengan karyawan yang tidak dimotivasi atau karyawan yang apatetik.Motivasi adalah salah satu faktor sangat penting yang mempengaruhi perilaku manusia maupun kinerja. Teori Motivasi telah dibahas serta dikonsep oleh berbagai peneliti. Tingkat motivasi seorang individu dan tim diberikan dalam tugas maupun pekerjaan mereka yang bisa mempengaruhi semua aspek kinerja di organisasi. Dalam penelitian motivasi yang didefinisikan oleh Saraswathi (2011) sebagai kesediaan untuk mengerahkan tingkat tinggi usaha, menuju tujuan
organisasi, yang dikondisikan oleh kemampuan atau upaya untuk memenuhi beberapa kebutuhan individual. (Wan & Tan, 2013)Menurut Hasibuan (2012), Motivasi mempersoalkan bagaimana caranya mengarahkan daya dan potensi karyawan, agar mau bekerja sama secara produktif sehingga berhasil mencapai dan mewujudkan tujuan yang telah ditentukan.Menurut Saydam (2000) dalam Kadarisma (2012), pengertian motivasi dalam kehidupan sehari-hari diartikan sebagai keseluruhan proses pemberian dorongan atau rangsangan kepada para karyawan sehingga mereka bersedia bekerja dengan rela tanpa dipaksa.Menurut Kadarisma (2012), Motivasi kerja adalah penggerak atau pendorong dalam diri seseorang untuk mau berperilaku dan bekerja dengan giat dan baik sesuai dengan tugas dan kewajiban yang telah diberikan kepadanyaMotivasi adalah suatu faktor yang mendorong seseorang untuk melakukan aktivitas atau hal tertentu, oleh karena itu motivasi seringkali diartikanjuga sebagai faktor pendorong perilaku seseorang. Motivasi merupakan dorongan terhadap serangkaian proses atau perilaku manusia pada pencapaian tujuan (Wibowo , 2014). Motivasi memiliki 2 komponen , yakni komponen dalam dan komponen luar. Komponen dalam yaitu perubahan dalam diri seseorang, keadaan merasa tidak puas, ketegangan mental seseorang. Komponen luar adalah apa yang diinginkan seseorang, tujuan yang menjadi arah tingkah lakunya (Edy Sutrisno , 2014). Menurut Veithzal Rivai (2014) motivasi adalah serangkaian sikap dan nilai-nilaiyang mempengaruhi individu untuk mencapai hal yang sesuai dengan tujuan individu. Sikap dan nilai tersebut merupakan sesuatu yang memberikan kekuatan untuk mendorong individu bertingkah laku dalam mencapai tujuan. Teori motivasi terdiri atas dua yaitu teori kepuasan dan teori proses. Teori kepuasan terdiri atas empat teori yang dikembangkan yaitu : 1.Teori Hirarki (Maslow)2.Teori ERG (Alderfer) 3.Teori Dua Faktor (Herzberg) 4.Teori Kebutuhan (McClelland)
Teori proses terbagi menjadi empat yaitu :1.Teori pengharapan 2.Teori keadilan 3.Teori penguatan 4.Teori penetapan tujuan. Teori hirarki (Maslow) antara lain adalah kebutuhan fisiologis, kebutuhan keamanan, kebutuhan sosial, kebutuhan penghargaan dan aktualisasi diri. Teori ERG (Alderfer ) antara Iain adalah kebutuhan eksistensi (existence needs), kebutuhan akan keterikatan (relatedness needs), dan kebutuhan akan pertumbuhan (growth needs).Teori dua faktor (Herzberg) yaitu terdiri dari faktor ekstrinsik –ketidak puasan (dissatisfiers) atau hyangiene factors.Seperti gaji,jaminan pekerjaan,kondisi kerja,status,kebijakan perusahaan,kualitas supervisi , kualitas hubungan antarpribadi (atasan dan bawahan, atau sesama pekerja),dan jaminan sosial. Faktor intrinsik -motivator -kepuasan (satisjiers) seperti prestasi, pengakuan,pekerjaan itu sendiri,tanggung jawab,kemajuan-kemajuan, pertumbuhan dan perkembangan pribadi. Teori kebutuhan "Apa " (McClelland ) yaitu kebutuhan akan prestasi (achievement needs), kebutuhan akan kekuasaan {power needs) dan kebutuhan akan afiliasi (affiliation needs).Teori pengharapan sering juga disebut "valensi", atau teori "instrumentalitas". (victor vroom). Berkaitan dengan usaha (effort) dengan hasil (outcome). Teori keadilan disebut juga teori kontemporer (j.Stacy adams) yaitu pekerja cenderung membandingkan rasio input hasil seseorang dengan rasio input orang lain. Teori penguatan terdiri dari 3 jenis penguatan yaitu penguatan positif, penguatan negative dan hukuman. Teori penetapan tujuan meliputi 5 tahap antara lain penetapan apa yang ingin dilakukan organisasi dan kejelasan imbalan yang berkaitan dengan pencapaian tujuan tersebut, proses partisipasi penetapan tujuan meliputi bagaimana tujuan itu ditetapkan,atribut-atribut penetapan tujuan meliputi kejelasan, kesulitan,tantangan,persaingan dengan karyawan lain,dan umpanbalik,adanya komitmen dari karyawan yang melaksanakan tujuan termasuk perhatian dan usaha
untuk pencapaian tujuan tersebut oleh karyawan,dan hasil dari penetapan tujuan,yaitu prestasi kerja dan kepuasan. Malayu S.P Hasibuan(2014) tujuan motivasi antara lain sebagai berikut : 1.Meningkatkan moral dan kepuasan kerja 2.Meningkatkan produktivitas kerja karyawan 3.Mempertahankan kestabilan karyawan perusahaan 4.Meningkatkan disiplin karyawan 5.Mengefektifkan pengadaan karyawan 6.Menciptakan suasana dan hubungan kerja yang baik 7.Meningkatkan loyalitas,kreativitas, dan partisipasi karyawan 8.Meningkatkan tingkat kesejahteraan karyawan 9.Memupuk rasa tanggung jawab karyawan terhadap tugas -tugasnya 10.Meningkatkan efektivitaspenggunaan alat -alat dan bahan baku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar