Robert Heller dikutip Wibowo (2010 : 378) menyatakan bahwa motivasi adalah keinginan untuk bertindak. Motivasi adalah keinginan bekerja untuk mencapai suatu tujuan, dimana keinginan tersebut dapat mendorong anggota untuk melakukan pekerjaan atau dapat mengakibatkan timbulnya mobilitas kerja. Motivasi berbicara tentang persoalan bagaimana mendorong gairah kerja bawahan, agar mereka mau bekerja keras dengan memberikan semua kemampuan dan keterampilannya untuk mewujudkan tujuan organsisasi atau instansi. Motivasi penting karengan dengan motivasi ini diharapkan setiap individu pegawai mau bekerja keras dan antusias untuk mencapai kinerja dan produktivitas kerja yang tinggi.Menurut penelitan Kusumayanti et al(2020) terbukti bahwa motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, yang disebabkan oleh pegawai mampu merasakan motivasi kerja yang baik dalam bekerja yaitu terdapat keadilan dalam pembagian gaji dan adanya sebuah penghargaan, dengan ini akan meningkatkan nilai –nilai positif dalam mendorong pegawai untuk bekerja lebih aktif, praktis, taktis, inovatif, dan kreatif. 3. Hubungan Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja PegawaiFolkman & Zenger (2014) mengklaim bahwa ada yang kuat hubungan antara berfokus pada hasil dan interpersonal keterampilan dalam pemimpin modern yang sukses, karena itu tidak memungkinkan pemimpin modern untuk beroperasi lebih holistic ke pendekatan atau setidaknya satu multidimensi diperlukan. Dalam konteks kepemimpinan baru secara terus-menerus berubah dan setiap peran antara pemimpin dan majikan menjadi lebih cair karena keterlibatan stakeholder semakin menjadikan kepemimpinan yang lebih luas dan perlu menjadi lebih inklusif. Menemukan hubungan yang positif antara pemimpin atau karyawan hubungan dan mendukung kinerja bisnis oleh Welch (2011), ketika dia akan mengklaim bahwa bangunan orang baik menyebabkan orang membangun produk yang baik dan jasa, dengan Implikasinya, bisnis yang sukses.Menurut penelitian Kusumayanti et al(2020) terbukti bahwa pengaruh gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, hal ini disebabkan oleh pegawai mampu merasakan kepemimpinan yang baik dari
pimpinan. Pemimpin yang berhasil hendaknya memiliki beberapa kriteria yang tergantung pada sudut pandang atau pendekatan yang digunakan, apakah itu kepribadiannya, ketrampilan, bakat, sifat-sifatnya atau kewenangan yang dimiliki yang mana nantinya sangat berpengaruh terhadap teori maupun gaya kepemimpinan yang akan diterapkan (Wursanto, 2005 )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar