Sabtu, 05 November 2022

Pengertian Hardiness (skripsi, tesis, disertasi)

Konsep hardiness pertama kali diungkapkan oleh Kobasa (dalam Priasmawati & Sukhirman, 2009) dalam penelitiannya mengenai peran kepribadian dalam menjaga kesehatan individu ketika menghadapi stres (Gebharthdt, Van Doef & Paul, dalam Primaswati & Sukirman, 2009). Ketangguhan pribadi (hardiness) merupakan keadaan diri individu yang mampu membuat individu memiliki ketabahan dan daya tahan (Hardjana, 1994).Vogt, Rizvi, Shipherd dan Resick (dalam Fitroh, 2011) menyatakan bahwa hardiness sebagai konstruksi kepribadian yang merefleksikan sebuah orientasi yang lebih optimistis terhadap hal-hal yang menyebabkan stres. Hadjam (dalam Mahmudah, 2009) menyatakan ketangguhan pribadi (hardiness) mengacu pada kemampuan individu yang bertahan dalam menghadapi stres tanpa mengakibatkan gangguan yang berarti, lebih lanjut dikatakan bahwa ketangguhan pribadi sangat berperan dalam menentukan tingkah laku penyesuaian individu dalam menghadapi stres. Hadjam (dalam Mahmudah, 2009) menunjukkan bahwa ketangguhan pribadi mengurangi pengaruh kejadian-kejadian hidup yang mencekam dengan meningkatkan penggunaan strategi penyesuaian, antara lain dengan menggunakan sumber- sumber sosial yang ada di lingkungan untuk dijadikan tameng, motivasi, dan dukungan dalam menghadapi masalah ketegangan yang dihadapi dan 14 memberikan kesuksesan. Individu yang tangguh mampu menghadapi dan menerima kesukaran, kesulitan, masalah dengan tabah. Tidak mudah goyah, bimbang, takut dan kehilangan nyali. Individu yang tangguh tahan mengalami tekanan, penderitaan, dan kemalangan. Individu tangguh tidak mundur dan putus asa menghadapi cobaan dan petaka kehidupan (Hardjana, 1994). Kemampuan individu dalam menghadapi berbagai kejadian hidup yang menekan tidaklah sama, tetapi tergantung pada banyak hal, salah satunya adalah kepribadian. Ada tipe kepribadian tertentu yang mudah mengalami gangguan jika mengalami peristiwa-peristiwa yang menekan dan menegangkan. Ada juga tipe kepribadian tertentu yang memiliki daya tahan tinggi terhadap kejadian yang menegangkan. Tipe kepribadian yang mempunyai kemampuan dan daya tahan terhadap stres adalah hardiness atau hardy personality yang merupakan gagasan konsep Kobasa. Kobasa (dalam Rahmawan, 2010) mengemukakan bahwa hardiness merupakan konstalasi dari karakteristik kepribadian yang dapat membantu untuk melindungi individu dari pengaruh negatif stres. Hardiness menjadi pertimbangan sebagai suatu bentuk sikap mental yang dapat mengurangi efek stres secara fisik maupun mental pada individu. Individu dengan hardiness yang tinggi akan memiliki kepercayaan bahwa semua masalah yang dihadapi, termasuk segala masalah dan beban yang ada adalah sesuatu yang tidak mungkin dihindari, sehingga individu dapat melakukan hal yang dianggap tepat untuk menyelesaikan masalah. Sebaliknya, individu dengan hardiness yang rendah seringkali menganggap banyak hal sebagai suatu bentuk 15 ancaman dan sumber stres, sehingga ketika dirinya merasakan stres maka konsekuensi negatif yang harus ia hadapi menjadi semakin berat (Vogt, Rizvi, Shipherd dan Resick, 2008 dalam Fitroh, 2011). Kepribadian tangguh (hardiness) (Hadjam, dalam Retnowati & Munawaroh, 2009) terdiri dari tiga dimensi, yaitu: (1). Komitmen untuk menemukan tujuan hidup yang bermakna (commitment). (2). Keyakinan akan kemampuan mengontrol lingkungan dan peristiwa yang dihadapi (control). (3). Keyakinan untuk dapat tumbuh dan berkembang baik dari pengalaman positif maupun pengalaman negatif yang dialami individu (challenge).

Tidak ada komentar: