Karyawan early career pada saat memasuki sebuah organisasi mereka akan melalui tiga tahap
yaitu: tahap masuk (getting-in phase), tahap berlatih (breaking-in phase), dan tahap penataan
(settling-in phase) (Simamora, 2004). karir awal (early career) tidak selalu berjalan mulus
karena adanya masalah-masalah seperti:
1. Frustrasi dan ketidakpastian disebabkan harapannya yang tidak sesuai dengan realitas
yang ada.
2. Adanya pemimpin yang tidak kompeten.
3. Insentivitas terhadap aspek politis organisasi.
4. Kegagalan dalam memantau lingkungan internal dan eksternal.
5. Mengabaikan kriteria sesungguhnya untuk evaluasi kinerja dari karyawan yang baru
diangkat atau baru memulai berkarir.
6. Ketegangan antara profesional yang lebih muda dan yang tua serta manajer memiliki
perbedaan pengalaman, kebutuhan, dan minat.
7. Ketidakpastian mengenai batasan loyalitas yang dituntut organisasi.
8. Kegelisahan mengenai integritas, komitmen, dan dependensi.
Organisasi dapat membantu karyawan baru agar terlibat dalam eksplorasi karir dan menyusun
karir mereka selama tahap awal dengan melakukan orientasi dan praktik mentoring yang
memberikan tantangan kerja dan tanggung jawab secara efektif serta menawarkan umpan balik
kerja yang konstruktif. Selain itu, perusahaan sebaiknya mendorong para karyawannya agar
berpartisipasi dalam pelatihan penilaian mandiri dan membantu mereka dalam menentukan
jalur karir yang realistis dan fleksibel serta memformulasikan rencana karir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar