Saat ini di dalam dunia kerja, karyawan harus dapat menyesuaikan karir mereka pada situasi
yang dapat berubah-ubah dengan tantangan-tantangan baru setiap harinya. sikap karir yang
adaptif ditandai dengan kesiapan karyawan dalam proses transisi yang berhubungan dengan
pekerjaan baik dari dalam ataupun dari luar organisasi (Ocampo et al., 2018). Bagi karyawan
yang memiliki kemampuan beradaptasi karir yang baik maka karyawan tersebut memiliki
gambaran serta kepedulian pada masa depan karirnya. Hal ini merefleksikan kepercayaan pada
karyawan untuk memiliki masa depan yang harus di capai karena karir saat ini patut dan layak
untuk diperjuangkan. Ketika karyawan memiliki career adaptability yang baik tentu mereka
akan memandang secara positif masa depan karirnya, hal ini berhubungan dengan adanya rasa
optimisme karir pada karyawan. Pada penelitian terdahulu, optimis karir berhubungan positif
dengan career adaptability (Aspinwall et al., 2001; Rottinghaus et al., 2005). Nguyen et al
(2016); Kool et al (2012) beranggapan bahwa optimis karir memiliki gambaran yang positif
mengenai masa depan, kegigihan, serta melihat sebuah hambatan sebagai tantangan yang akan
dihadapi dan karyawan pun mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja mereka.
Optimis karir juga sangat membantu dalam konteks kerja karena mampu menimbulkan tekad
pada karyawan untuk mengejar tujuan karir dan menyesuaikan diri dengan baik ketika berada
di lingkungan kerja yang berbeda (Carver & Scheier, 2001). Karyawan yang mengejar tujuan
karir memiliki pencapaian yang berbeda-beda, ada karyawan yang ingin mengambil peluang
untuk jabatan yang lebih tinggi karena dari segi penghasilan cukup baik untuk dapat memenuhi
kebutuhan hidup sendiri ataupun untuk kepentingan kebutuhan hidup keluarga bagi karyawan
yang sudah berkeluarga. Karena hal tersebut, mereka pun memiliki sikap optimis untuk mencapai karir yang lebih baik dengan kinerja yang bagus, menyesuaikan kemampuan dengan
karir yang ingin di capai, serta memiliki kompetensi yang lebih baik. Optimisme cenderung
merangsang karyawan untuk menunjukkan komitmen untuk berubah, sehingga karyawan
mampu menghadapi kondisi pekerjaan yang berubah-ubah serta karyawan menunjukkan
perilaku yang positif di tempat kerja (Kool & Dierendonck, 2012). Karyawan yang optimis
memiliki rasa kepercayaan diri untuk memandang masa depan secara positif, serta memiliki
sumber daya adaptif.
Pada penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Delle & Searle, 2020) menunjukkan bahwa
career optimism berhubungan positif dengan career adaptability. Namun, pada penelitian ini
hubungan antara dua variabel tersebut melewati peran seorang pemimpin perkembangan dalam
perusahaan, dimana peran pemimpin tersebut lebih berpengaruh pada karyawan yang pesimis
atau karyawan yang memiliki optimis karir yang rendah. Hasil penelitian menunjukkan peran
pemimpin membantu karyawan untuk beradaptasi pada karirnya dan membantu karyawan yang
memiliki career optimism yang rendah agar bisa beradaptasi secara efektif pada pekerjaannya.
Sebaliknya karyawan yang memiliki career optimism yang tinggi tidak terlalu membutuhkan
bantuan dari peran seorang pemimpin perkembangan, mungkin karena mereka sudah merasa
yakin bahwa mereka dapat mengatur masalah karir mereka sendiri (Aspinwall et al., 2001).
Penelitian ini juga memiliki implikasi bagi karyawan. Karyawan yang optimis lebih mudah
beradaptasi daripada karyawan yang kurang optimis
Tidak ada komentar:
Posting Komentar