Jumat, 04 November 2022

Hubungan career optimism dengan career adaptability (skripsi, tesis, disertasi)

Saat ini di dalam dunia kerja, karyawan harus dapat menyesuaikan karir mereka pada situasi yang dapat berubah-ubah dengan tantangan-tantangan baru setiap harinya. sikap karir yang adaptif ditandai dengan kesiapan karyawan dalam proses transisi yang berhubungan dengan pekerjaan baik dari dalam ataupun dari luar organisasi (Ocampo et al., 2018). Bagi karyawan yang memiliki kemampuan beradaptasi karir yang baik maka karyawan tersebut memiliki gambaran serta kepedulian pada masa depan karirnya. Hal ini merefleksikan kepercayaan pada karyawan untuk memiliki masa depan yang harus di capai karena karir saat ini patut dan layak untuk diperjuangkan. Ketika karyawan memiliki career adaptability yang baik tentu mereka akan memandang secara positif masa depan karirnya, hal ini berhubungan dengan adanya rasa optimisme karir pada karyawan. Pada penelitian terdahulu, optimis karir berhubungan positif dengan career adaptability (Aspinwall et al., 2001; Rottinghaus et al., 2005). Nguyen et al (2016); Kool et al (2012) beranggapan bahwa optimis karir memiliki gambaran yang positif mengenai masa depan, kegigihan, serta melihat sebuah hambatan sebagai tantangan yang akan dihadapi dan karyawan pun mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja mereka. Optimis karir juga sangat membantu dalam konteks kerja karena mampu menimbulkan tekad pada karyawan untuk mengejar tujuan karir dan menyesuaikan diri dengan baik ketika berada di lingkungan kerja yang berbeda (Carver & Scheier, 2001). Karyawan yang mengejar tujuan karir memiliki pencapaian yang berbeda-beda, ada karyawan yang ingin mengambil peluang untuk jabatan yang lebih tinggi karena dari segi penghasilan cukup baik untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup sendiri ataupun untuk kepentingan kebutuhan hidup keluarga bagi karyawan yang sudah berkeluarga. Karena hal tersebut, mereka pun memiliki sikap optimis untuk  mencapai karir yang lebih baik dengan kinerja yang bagus, menyesuaikan kemampuan dengan karir yang ingin di capai, serta memiliki kompetensi yang lebih baik. Optimisme cenderung merangsang karyawan untuk menunjukkan komitmen untuk berubah, sehingga karyawan mampu menghadapi kondisi pekerjaan yang berubah-ubah serta karyawan menunjukkan perilaku yang positif di tempat kerja (Kool & Dierendonck, 2012). Karyawan yang optimis memiliki rasa kepercayaan diri untuk memandang masa depan secara positif, serta memiliki sumber daya adaptif. Pada penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Delle & Searle, 2020) menunjukkan bahwa career optimism berhubungan positif dengan career adaptability. Namun, pada penelitian ini hubungan antara dua variabel tersebut melewati peran seorang pemimpin perkembangan dalam perusahaan, dimana peran pemimpin tersebut lebih berpengaruh pada karyawan yang pesimis atau karyawan yang memiliki optimis karir yang rendah. Hasil penelitian menunjukkan peran pemimpin membantu karyawan untuk beradaptasi pada karirnya dan membantu karyawan yang memiliki career optimism yang rendah agar bisa beradaptasi secara efektif pada pekerjaannya. Sebaliknya karyawan yang memiliki career optimism yang tinggi tidak terlalu membutuhkan bantuan dari peran seorang pemimpin perkembangan, mungkin karena mereka sudah merasa yakin bahwa mereka dapat mengatur masalah karir mereka sendiri (Aspinwall et al., 2001). Penelitian ini juga memiliki implikasi bagi karyawan. Karyawan yang optimis lebih mudah beradaptasi daripada karyawan yang kurang optimis

Tidak ada komentar: