Istilah adaptabilitas karier pertama kali disarankan oleh Super dan Knasel sebagai
konstruk utama dalam pengembangan karier orang dewasa dan sejak itu telah
disarankan sebagai kompetensi utama dalam kesuksesan karier secara umum
(Creed, 2009). Adaptabilitas berarti kualitas yang mampu berubah, tanpa kesulitan,
untuk menyesuaikan keadaan atau situasi baru (Savickas, 1997). Adaptabilitas, baik
pada remaja maupun pada orang dewasa, melibatkan sikap yang direncanakan,
eksplorasi diri dan lingkungan, dan pengambilan keputusan berdasarkan informasi.
Savickas (1997) mendefinisikan kemampuan beradaptasi karier sebagai
kesiapan untuk menghadapi tugas yang dapat diprediksi yaitu mempersiapkan dan
berpartisipasi dalam peran kerja dan dengan penyesuaian yang tidak dapat
diprediksi yang disebabkan oleh perubahan dalam pekerjaan dan kondisi kerja.
Rottinghaus, Day, dan Borgen (2005) mendefinisikannya sebagai kecenderungan
yang mempengaruhi cara individu memandang kapasitasnya untuk merencanakan
dan menyesuaikan diri dengan perubahan rencana karier terutama dalam
menghadapi peristiwa yang tidak terduga (Creed, 2009). Kemampuan beradaptasi
karier diyakini membantu individu dalam menghadapi transisi terkait pekerjaan
karena perubahan tak terduga dalam pekerjaan dan lingkungan yang berhubungan
dengan pekerjaan (Ismail, S., 2017). Individu yang sangat mampu beradaptasi
dalam kariernya memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri agar dapat
memenuhi tekanan dunia kerja mereka (Autin, Douglass, Duffy, Inggris & Allan,
2017). Kemampuan beradaptasi karier terdiri dari kemampuan individu untuk
menghadapi atau menerima perubahan peran karier dan berhasil menangani transisi
karier. Kemampuan individu untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan baru
sangat berpengaruh pada karier. Oleh karena itu, adaptabilitas karier mutlak
dimiliki oleh setiap individu dalam dunia pekerjaan meski sudah memiliki
pengalaman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar