Menurut Kobasa (1982) dan Maddi (2002) (dalam Rahmawan, 2010)
hardiness dalam diri seseorang individu berfungsi sebagai:
a. Membantu dalam proses adaptasi individu
Hardiness yang tinggi akan sangat membantu dalam melakukan
proses adaptasi terhadap hal-hal yang baru, sehingga stres yang
ditimbulkan tidak banyak. b. Toleransi terhadap frustasi
Sebuah penelitian terhadap dua kelompok mahasiswa, yaitu
kelompok yang memiliki ketabahan hati yang tinggi dan yang rendah,
menunjukkan bahwa mereka yang memiliki ketabahan hati yang tinggi
menunjukkan tingkat frustasi yang lebih rendah dibandingkan mahasiswa
yang ketabahan hatinya rendah.
c. Mengurangi akibat buruk dari stres
Kobasa yang banyak meneliti hardiness menyebutkan bahwa
ketabahan hati sangat efektif berperan ketika terjadi periode stres dalam
kehidupan seseorang. Hal ini dapat terjadi karena mereka tidak terlalu
menganggap stres sebagai suatu ancaman.
d. Mengurangi kemungkinan terjadinya burnout
Burnout yaitu situasi kehilangan kontrol pribadi karena terlalu
besarnya tekanan pekerjaan terhadap diri, sangat rentan dialami oleh
pekerja-pekerja emergency seperti perawat yang memiliki beban kerja
tinggi. Untuk individu yang memiliki beban kerja tinggi, ketabahan hati sangat dibutuhkan untuk mengurangi burnout yang sangat mungkin
muncul.
e. Mengurangi penilaian negatif terhadap suatu kejadian atau keadaan yang
dirasa mengancam dan meningkatkan pengharapan untuk melakukan
koping yang berhasil. Koping adalah penyesuaian secara kognitif dan perilaku menuju
keadaan yang lebih baik, bertoleransi terhadap tuntunan internal dan
eksternal yang terdapat dalam situasi stres. Ketabahan hati membuat
individu dapat melakukan koping yang cocok dengan masalah yang
dihadapi. Individu dengan ketabahan hati yang tinggi cenderung
memandang situasi yang menyebabkan stres sebagai hal positif, dan
karena itu mereka dapat lebih jernih dalam menentukan koping yang
sesuai.
f. Meningkatkan ketahanan diri terhadap stres
Hardiness dapat menjaga individu untuk tetap sehat walaupun
mengalami kejadian- kejadian yang penuh stres (Smet, 1994). Karena lebih
tahan terhadap stres, individu juga akan lebih sehat dan tidak mudah jatuh
sakit karena caranya menghadapi stres lebih baik dibanding individu yang
ketabahan hatinya rendah.
g. Membantu individu untuk melihat kesempatan lebih jernih sebagai suatu
latihan untuk mengambil keputusan Hardiness dapat membantu individu untuk dapat melihat kesempatan
lebih jernih sebagai suatu latihan untuk mengambil keputusan, baik dalam
keadaan stres maupun tidak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar