Sabtu, 05 November 2022

Pengertian Kemandirian (skripsi, tesis, disertasi)

Kemandirian berasal dari kata dasar diri, pembahasan mengenai kemandirian tidak dapat dilepaskan dari pembahasan mengenai perkembangan diri itu sendiri, yang dalam konsep Carl Rogers disebut dengan istilah self, karena diri itu merupakan inti dari kemandirian (Ali & Asrori, 2005). Kemandirian yang dimaksud adalah kemampuan mengatur tingkah laku yang ditandai kebebasan, inisiatif, rasa percaya diri, kontrol diri, ketegasan diri, serta tanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain. Kemandirian dapat dilihat sejak individu masih kecil dan terus berkembang 25 sehingga akhirnya menjadi sifat yang relatif menetap pada masa remaja (Smart & Smart dalam Suryadi & Damayanti, 2003). Upaya mendefinisikan kemandirian dan proses perkembangannya, ada berbagai sudut pandang yang sejauh perkembangannya dalam kurun waktu sedemikian lama telah dikembangkan leh para ahli. Emil Durkheim, misalnya, melihat makna dan perkembangan kemandirian dari sudut pandang yang berpusat pada masyarakat (Kartadinata dalam Asrori & Ali , 2005). Pandangan ini dikenal juga dengan pandangan konformistik. Dengan menggunakan sudut pandang ini, Durkheim berpendirian bahwa kemandirian merupakan elemen esensial ketika dari moralitas yang bersumber pada kehidupan masyarakat. Durkheim berpendapat bahwa kemandirian tumbuh dan berkembang karena dua faktor yang menjadi prasyarat bagi kemandirian, yaitu :1) Disiplin, yaitu adanya aturan bertindak dan otoritas, 2) Komitmen terhadap kelompok (Asrori & Ali, 2005). Dalam perspektif konformistik maka kosep kemandirian konformistik dapat ditelusuri dalam pemikiran McDougal (dalam Asrori & Ali , 2005) yang berpandangan bahwa perilaku mandiri sebagai hallmark dari kematangan, dan berarti juga sebagai pendorong perilaku sosial. Kemandirian dijelaskan sebagai konformitas khusus, yang berarti suatu konformitas terhadap kelompok yang terinternalisasi. Setiap individu selalu berkonformitas, dan yang membedakan konformitas antara individu satu dengan lainnya adalah variabel kelompok rujukan yang disukainya. Menurut Soelaeman (dalam Asrori & Ali, 2005) perkembangan kemandirian adalah 26 proses yang menyangkut unsur-unsur normatif. Ini mengandung makna bahwa kemandirian merupakan suatu proses yang terarah. Karena perkembangan kemandirian sejalan dengan hakikat ekstensi manusia, arah perkembangan tersebut harus sejalan dan berlandaskan pada tujuan hidup manusia. Remaja yang mandiri adalah remaja yang dapat memiliki kemampuan untuk mengatur diri sendiri secara bertanggung jawab, meskipun tidak ada pengawasan dari orangtua ataupun guru. Menurut Asrori & Ali (2005) kemandirian yang sehat adalah yang sesuai dengan hakikat manusia paling dasar. Perilaku mandiri adalah perilaku memelihara hakikat eksistensi diri

Tidak ada komentar: