Jumat, 04 November 2022

Faktor yang Mempengaruhi Adaptabilitas Karier (skripsi, tesis, disertasi)


Hirschi, 2009 (Angelia, M., 2012) memaparkan terdapat beberapa faktor yang
mempengaruhi adaptabilitas karier yang mirip dengan faktor yang mempengaruhi
kematangan karier merujuk pada artikel yang ditulis oleh Patton dan Lokan.
Meskipun jurnal ini merujuk pada career maturity, namun Super sendiri yang
kemudian mengubah terminologi career maturity menjadi adaptabilitas karier,
yang dianggapnya dapat menyampaikan dengan lebih baik perilaku-perilaku terkait
pengetahuan dan keterampilan yang berhubungan dengan karier dalam berbagai
tahapan dan transisi dalam pengembangan karier (Angelia, M., 2012). Faktor-faktor
tersebut Terbagi menjadi dua, yaitu:
1.Faktor Internal
1. Usia (age)
Usia terkait dengan masa pertumbuhan seseorang. Semakin bertambahnya usia
seseorang maka semakin berkembang pula proses berpikirnya. Ketika manusia
memasukin tahap perkembangan di usia dewasa awal tentu akan memiliki
adaptabilitas karier lebih tinggi dibandingkan dengan usia remaja. Pada usia dewasa
awal merupakan dimana terjadi penyesuaian terhadap pola-pola kehidupan
termasuk pada pekerjaan. seseorang akan mulai berfokus pada pemantapan karier
mereka di usia-usia dewasa awal.
19
2. Hardiness
Menurut Kobasa (1979) Hardiness merupakan kumpulan karakteristik kepribadian
yang berfungsi sebagai sumber pertahanan ketika menghadapi peristiwa hidup yang
menekan. Hardiness dilihat dari segi manusia dalam mencari keaslian dengan
menciptakan makna pribadi melalui refleksi diri, pengambilan keputusan, dan
tindakan yang mendorong pertumbuhan.
2.Faktor Eksternal
1. Pengalaman Kerja
Ketika seorang individu memilih jurusan yang sesuai dengan minatnya, maka ia
akan mencari informasi terkait dengan pekerjaan yang sesuai dengan jurusannya
tersebut. Pekerjaan yang didapat oleh individu ketika ia masih sekolah dapat
dijadikan sebuah pengalaman ketika individu tersebut lulus. Individu yang
memiliki pengalaman kerja akan lebih mudah untuk menyesuaikan diri. Semakin
banyak pengalaman kerja yang didapat maka akan lebih banyak pula ilmu yang
didapat dan individu tersebut dapat mengeksplorasi karier tersebut lebih dalam.
Penelitian yang dilakukan oleh Luzzo, mengenai individu yang bekerja pada
pekerjaan yang sesuai dengan minat karier mereka, maka individu tersebut merasa
bahwa pengambilan keputusan kariernya akan berkelanjutan di mana mereka
memiliki pengendalian personal akan hal itu (Angelia, 2012).
2. Keluarga (family)
Keluarga merupakan satuan sosial masyarakat kecil yang terbentuk berdasarkan
perkawinan yang sah. Keluarga sebagai satuan masyarakat utama untuk dapat
menjadi salah satu sarana yang paling mudah dicapai anak untuk mendapatkan
informasi dan arahan mengenai minat dan bakat anak terhadap karier. Dengan
adanya dukungan dari keluarga seseorang tidak akan merasa sendiri dalam
menghadapi suatu masalah. Adaptasi terhadap karier merupakan salah satu masalah
yang biasa terjadi pada individu fresh graduates, karena transisi dari perkuliahan
ke dunia kerja membuat seseorang akan susah untuk menyesuaikannya.
3. Pendidikan
Pendidikan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2008 (Komala, 2014) yaitu
proses perubahan sikap dan tata laku sesorang atau sekelompok orang dalam usaha
mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Tingkat
pendidikan adalah tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat
perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai dan kemauan yang
dikembangkan (Komala, 2014). Pendidikan berpengaruh terhadap perubahan sikap
dan perilaku hidup sehat. Pendidikan yang lebih tinggi akan memudahkan sesorang
atau masyarakat untuk menyerap informasi dan mengimplementasikannya dalam
perilaku dan gaya hidup sehari-hari, khususnya dalam hal kesehatan (Komala,
2014).
4. Institusi Pendidikan
Saat ini, universitas mulai mengadakan pendidikan di luar pelajaran utama yang
berkaitan dengan jurusan atau peminatan pada, seperti seminar yang berkaitan
dengan karier sesuai latar belakang pendidikan individu. Hal tersebut dapat
menambah pengetahuan mereka tentang karier. Perbedaan institusi pendidikan
yang diikuti individu memiliki peranan yang penting dalam adaptabilitas karier
(Angelia, 2012).
5. Status Sosial-Ekonomi
Status sosial ekonomi dapat mempengaruhi adaptabilitas karier. Individu dengan
status sosial ekonomi yang lebih tinggi akan memiliki kesempatan lebih besar
dalam mengeksplorasi karier dan perencanaan karier sehingga individu tersebut
dapat dengan mudah menyesuaian dirinya. Namun, pada penelitian yang dilakukan
menunjukkan bahwa status sosioekonomi seseorang tidak berpengaruh dan tidak
berhubungan dengan adaptabilitas karier

Tidak ada komentar: