.
Menurut Rietschlin (1998) dukungan sosial telah didefinisikan sebagai informasi
dari orang lain bahwa seseorang dicintai dan dirawat, dihargai dan dihargai, dan
merupakan bagian dari jaringan komunikasi dan kewajiban timbal balik dari orang
tua, pasangan atau kekasih, kerabat lain, teman, sosial dan kontak masyarakat
(Taylor, 2003). Beberapa penelitian telah menyarankan bahwa dukungan sosial
mengambil beberapa bentuk: dukungan penilaian, bantuan nyata, informasi, dan
dukungan emosional (Taylor, 2003).
Dukungan sosial menurut House dibedakan menjadi empat aspek dukungan
yang dapat diberikan meliputi: (1) dukungan emosional (perhatian dan kasih
sayang), (2) dukungan penghargaan (penilaian positif pada individu), (3) dukungan
instrumental (barang atau jasa), dan dukungan informasi (informasi, nasehat, dan
sugesti), (Nindya, L, D., 2012). Sarafino dan Smith (2011) mendefinisikan
dukungan dapat datang dari banyak sumber seperti pasangan atau kekasih
seseorang, keluarga, teman, dokter, atau organisasi komunitas. Individu yang
memiliki dukungan sosial percaya bahwa mereka dicintai, dan dihargai, seperti
keluarga atau organisasi komunitas, yang dapat membantu di saat dibutuhkan.
Menurut Shumaker dan Brownell, dukungan sosial sebagai sebuah
pertukaran sumber daya antara setidaknya dua individu yang dirasakan baik oleh
pemberi atau penerima yang dituju untuk meningkatkan kesejahteraan dari
penerima tersebut (Zimet, 1988). Zimet, Dahlem, Zimet dan Farley, (1988)
menyatakan bahwa dukungan sosial merupakan dukungan yang diberikan oleh
orang terdekat individu, meliputi dukungan keluarga, dukungan teman, dan
dukungan lainnya di sekitar individu (Faradhiga, 2015). individu sering
memberikan dukungan dan dorongan kepada individu yang memasuki masa
dewasa dan berpengaruh dalam membantu individu dalam membuat keputusan
penting.
Berdasarkan pengertian di atas dapat diketahui bahwa dukungan sosial
dibagi menjadi dua konstruk, yaitu received social support dan perceived social
support (Aprianti, 2012). Pengukuran terhadap received social support dibuat
untuk menilai aksi supportif yang signifikan yang diberikan kepada penerima oleh
jaringan sosialnya, sedangkan pengukuran terhadap perceived social support
dilakukan untuk menilai persepsi penerima mengenai keberadaan dukungan secara
umum dan/atau kepuasan secara keseluruhan terhadap dukungan yang diberikan
(Aprianti, 2012). Penelitian ini, menggunakan perceived social support karena
tidak semua sumber daya yang diberikan kepada seseorang akan dipersepsikan
sebagai dukungan sosial oleh individu (Aprianti, 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar