Minggu, 21 Agustus 2022

Teori Agensi (skripsi, tesis, disertasi)

 Teori agensi (agency theory) menurut Jensen dan Macking (1976) mengambarkan sebuah hubungan yang timbul karena adanya kontrak antara pihak principal dan pihak lain yang disebut sebagai pihak agent, dimana pihak principal mendelegasikan sebuah pekerjaan kepada pihak agen. Teori agensi menjelaskan bahwa pihak pemilik menyediakan sumber daya bagi   pihak perusahaan, Sebaliknya pihak manajemen diharuskan untuk melakukan sebuah service bagi pemilik sesuai dengan kepentingan pemilik. Manajemen (agen) juga di berikan wewenang mengelolah perusahaan. Menurut Jensen dan Meckling (1976) menyebutkan bahwa teori agensi menjelaskan adanya konflik yang akan timbul antara pemilik dan manajemen perusahaan. Dimana agen tidak lagi bertindak sesuai dengan kepentingan principal, yang melainkan agent lebih bertindak sesuai dengan kepentingan mereka yang mengakibatkan perbedaan keputusan antara agent sebagai pengambil keputusan dan principal sebagai penyedia sumber daya. Agent menginkan pada saat mereka mencapai laba yang baik mereka mendapatkan komopensasi dari pihak principal seperti kenaikan gaji, posisi yang lebih tinggi hal ini akan mendorong Agent lebih agresif terhadap pajak. Namun kepentingan tersebut tidak sama dengan kepentingan principal dimana principal menginginkan adanya kenaikan kinerja sehingga memperoleh laba yang baik tetapi agent tidak boleh melakukan tindakan membahayakan pihak principal ( Gemilang, Desi Nawang, 2016).

Tidak ada komentar: