Citra merek dapat diukur dengan menggunakan aspek suatu merek yang bisa diukur dengan melalui yaitu : kekuatan (strengthness), keunikan (uniqueness), mudah diingat (favorable) (Kotler dan Keller, 2009).1.Kekuatan (strengthness) mengacu pada keungulan-keunggulan yang dimiliki oleh suatu merek dan bersifat fisik, tidak ditemukan pada merek lainnya. Pengukuran kekuatan merek mengacu pada atribut-atribut fisik dari merek tersebut. Merek bisa dianggap sebagai sebuah kelebihan ketika dibandingkan dengan merek lainnya, misalnya : penampilan fisikproduk dan manfaaf produk dari semua fasilitas pendukung produk tersebut. 2.Keunikan (uniqueness), kemampuan untuk membedakan suatu merek satu dengan merek lainnya. Kesan unik akan muncul dari atribut produk, yang menjadi unik adalah apabila terdapat diferensiasi antara merek satu dengan merek yang lainnya,
misalnya : variasi layanan yang bersangkutan ataupun diferensiasi dari penampilan fisik dari produk tersebut.3.Mudah diingat (favorable), mengacu pada kemampuan sebuah merek agar mudah di ingat oleh konsumen, yang termasuk dalam kelompok favorable ini adalah : kemampuan suatu merek untuk diingat oleh konsumen, kemudahan merek produk ketika diucapkan maupun kesesuaian antara kesan merek dibenak konsumen dengan citra yang diinginkan oleh perusahaan terhadap merek tersebut. Menurut Kotler (2009) brand image (citra merek) memiliki tiga komponen pendukung yaitu :1.Citra pembuat (corporate image) yaitu sekumpulan asosiasi yangdipersepsikan konsumen terhadap perusahaan yang membuat suatu produk.2.Citra pemakai (user image) yaitu sekumpulan asosiasi yang dipersepsikan konsumen terhadap pemakai yang menggunakan produk.3.Citra produk (product image) yaitu sekumpulan asosiasi yang dipersepsikankonsumen terhadap suatu produk
Tidak ada komentar:
Posting Komentar