Menurut Nasution M. N. (2004) dalam penerapan Total Quality Management (TQM), ada 10 unsur utama yang dikembangkan oleh Goetsch dan Davis (1994) dijelaskan sebagai berikut : 1.Fokus Pada Pelanggan Kepuasan pelanggan merupakan prioritas paling utama dalam organisasi Total Quality Management (TQM), maka organisasi harus mengutamakan pelanggan. Kunci utama untuk membentuk fokus pelanggan adalah komunikasi secara terus menerus dengan pelanggan internal maupun eksternal. Dalam Total Quality Management (TQM), baik pelanggan internal maupun pelanggan eksternal merupakan penggerak. Pelanggan eksternal menentukan kualitas produk atau jasa yang disampaikan kepada mereka, sedangkan pelanggan internal berperan besar dalam menentukan kualitas tenaga kerja, proses, dan lingkungan yang berhubungan dengan produk atau jasa. 2.Obsesi Terhadap Kualitas Obsesi terhadap kualitas mengandung makna bahwa setiap karyawan secara agresif berusaha mencapai kualitas dalam rangka memenuhi harapan pelanggan. Dengan adanya kualitas yang telah ditetapkan, organisasi harus terobsesi untuk memenuhi atau melebihi apa yang telah ditentukan sebelumnya. Hal ini berarti bahwa semua
karyawan pada tiap level berusaha melaksanakan setiap aspek pekerjaannya berdasarkan perspektif untuk melakukan segala sesuatunya dengan lebih baik. 3.Pendekatan Ilmiah Pendekatan ilmiah diperlukan dalam penerapan Total Quality Management (TQM), terutama untuk mendesain pekerjaan dan dalam proses pengambilan keputusan dan pemecahan masalah yang berkaitan dengan pekerjaan yang didesain tersebut. 4.Komitmen Jangka Panjang Total Quality Management (TQM) merupakan suatu paradigma baru dalam melaksanakan bisnis. Untuk itu, dibutuhkan budaya perusahaan yang baru pula. Oleh karena itu, komitmen jangka panjang sangat penting guna mengadakan perubahan budaya agar penerapan Total Quality Management (TQM) dapat berjalan dengan sukses. 5.Kerjasama Tim (Teamwork) Dalam organisasi yang menerapkan Total Quality Management (TQM), kerjasama tim, kemitraan dan hubungan dijalin dan dibina, baik antar karyawan perusahaan maupun dengan pemasok, lembaga-lembaga pemerintahan, dan masyarakat sekitarnya. Kerjasama tim akan terlaksana dengan baik bila memperhatikan pentingnya komunikasi.
Dalam organisasi komunikasi adalah hal yang penting menunjang kelancaran segala aktifitas perusahaan. 6.Perbaikan Sistem Secara Berkesinambungan (continuous improvement) Setiap produk atau jasa dihasilkan dengan memanfaatkan proses-proses tertentu di dalam suatu system atau lingkungan. Oleh karena itu, sistem yang ada perlu diperbaiki secara terus-menerus agar kualitas yang dihasilkannya dapat semakin meningkat. Perbaikan secara berkesinambungan merupakan salah satu unsur yang fundamental dalam TQM. Perbaikan dilakukan karena selalu berubahnya permintaan pelanggan serta untuk mengikuti persaingan global tujuannya agar organisasi selalu menghasilkan sesuatu yang lebih baik. 7.Pendidikan dan Pelatihan Pendidikan dan pelatihan bagi setiap anggota perusahaan sangat penting dalam suatu organisasi yang menerapkan manajemen. Setiap anggota perusahaan diharapkan senantiasa meningkat keterampilan dan keahliannya sehingga semakin professional pula dalam melakukan tugasnya. Dalam menerapkan TQM, pendidikan dan pelatihan merupakan faktor yang fundamental untuk dapat berkembang dan bersaing dengan perusahaan lain, apalagi dalam era persaingan global.
8.Kebebasan yang Terkendali Kebebasan yang timbul karena keterlibatan dan pemberdayaan karyawan merupakan hasil dari pengendalian yang terencana dan terlaksana dengan baik. Hal tersebut dapat meningkatkan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap keputusan yang telah dibuat bersama. 9.Kesatuan Tujuan Suatu organisasi harus mempunyai tujuan, dengan tujuan itu setiap usaha dan aktivitas organisasi dapat diarahkan pada tujuan sama. Agar TQM dapat diterapkan dengan baik, maka perusahaan harus memiliki kesatuan tujuan. Tujuan yang sama dari setiap anggota akan menghasilkan kualitas yang baik pada perusahaan. 10.Adanya Keterlibatan dan Pemberdayaan Karyawan Keterlibatan karyawan meningkatkan ‘rasa memiliki’ dan tanggung jawab atas keputusan dengan melibatkan orang-rang yang harus melaksanakannya. Keterlibatan dan pemberdayaan karyawan merupakan hal yang penting dalam penerapan TQM. Menurut Tjiptono, Fandy, & Anastasia (2003) Tujuan pelibatan dan pemberdayaan adalah untuk meningkatkan kemampuan organisasi untuk memberikan customer value.
Total Quality Management (TQM) atau Manajemen kualitas total merupakan komitmen perusahaan untuk memberi yang terbaik bagi pelanggan-pelanggannya. Penekanannya adalah secara kontinu melakukan perubahan secara berkelanjutan (continuously Improvement), yang merupakan tuntutan mutu yang tidak pernah secara seratus persen dapat dipenuhi organisasi, sehingga menjadi target berikutnya bagi manajemen operasional untuk mencapai ke tingkat bebas atau nol kesalahan (zero defect). Menurut (Pardede & Pontas, 2007), yang menyatakan bahwa six sigma adalah suatu sistem yang terpadu untuk mencapai dan mempertahankan tingkat keberhasilan tertinggi perusahaan. TQM diartikan sebagai perpaduan semua fungsi manajemen, semua bagian dari suatu perusahaan dan semua orang ke dalam falsafah yang dibangun berdasarkan konsep kualitas, teamwork, produktivitas, dan kepuasan pelanggan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar