Performance Prism merupakan model yang berupaya melakukan
penyempurnaan terhadap metoda sebelumnya seperti Balanced Scorecard dan
Integrated Performance Measurement System (IPMS). Performance Prism
merupakan suatu metoda pengukuran kinerja yang menggambarkan kinerja
organisasi sebagai bangun 3 dimensi yang memiliki 5 bidang sisi, yaitu dari sisi
kepuasan stakeholder, strategi, proses, kapabilitas, dan kontribusi stakeholder.
Performance Prism mempunyai pandangan yang lebih komprehensif terhadap
stakeholders (seperti investor, pelanggan, karyawan, peraturan pemerintah dan
supplier) dibanding kerangka kerja lainnya. ( Neely & Adams, 2001).
Metode pengukuran Performance Prism ( Neely & Adam, 2001 ) adalah
mengukur semua aspek yang berhubungan dengan stakeholder yang meliputi
kepuasan maupun kontribusi dari para stakeholder tersebut yang tentunya sangat
berpengaruh bagi perusahaan, sehingga dengan diterapkannya metode ini
diharapkan kelangsungan hidup perusahaan dalam jangka panjang akan lebih
terjamin.
Di sisi lain, ada keinginan dari pihak manajemen perusahaan, agar sistem
pengukuran kinerja memperhatikan aspek kepuasan stakeholder secara
komprehensif, yakni menyertakan kepentingan semua stakeholder yang terkait
serta kepentingan perusahaan yang bersangkutan. Sistem pengukuran kinerja
model Performance Prism berupaya menyempurnakan model-model sebelumnya,
model ini tidak hanya didasari oleh strategi tetapi juga memperhatikan kepuasan
dan kontribusi stakeholder, proses dan kapabilitas perusahaan. Memahami atribut
apa yang menyebabkan stakeholder ( pemilik dan investor, pemasok, konsumen,
tenaga kerja, regulator dan masyarakat sekitar ) merasa puas dengan apa yang
telah diberikan oleh perusahaan merupakan langkah penting dalam model
Performance Prism. Dan untuk dapat mewujudkan kepuasan para stakeholder
tersebut secara sempurna, maka pihak manajemen perusahaan perlu juga
mempertimbangkan strategi-strategi apa saja yang harus dilakukan, proses -
proses apa saja yang diperlukan untuk dapat menjalankan strategi tersebut, serta
kemampuan apa saja yang harus dipersiapkan untuk melaksanakannya.
Filosofi performance prism berasal dari sebuah bangun prisma yang
memiliki lima segi yaitu untuk atas dan bawah adalah satisfaction dari stakeholder
dan kontribusi stakeholder. Sedangkan untuk ketiga sisi berikutnya adalah
strategy, proses dan kapabilitas. Prisma juga dapat membelokkan cahaya yang
datang dari salah satu bidang ke bidang yang lainya. Hal ini menunjukkan
kompleksitas dari performance prism yang berupa interaksi dari kelima sisinya .
Performance prism memiliki pendekatan pengukuran kinerja yang dimulai
dari stakeholder, bukan dari strategy. Identifikasi secara detail tentang kepuasan
dan kontribusi stakeholder akan membawa sebuah organisasi dalam sebuah
pengambilan keputusan berupa strategi yang tepat. Sehingga dimungkinkan
organisasi dapat mengeveluasi strategy yang telah dilakukan sebelumnya.
Kamis, 09 Juni 2022
Pengukuran kinerja dengan menggunakan Performance Prism(skripsi, tesis, dan disertasi)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar