Pembobotan KPI dapat dilakukan dengan beberapa metode, diantaranya
adalah dengan Analytical Hirarcly Process ( AHP )
Sebuah kerangka untuk mengambil keputusan dengan efektif atas persoalan
yang kompleks dengan menyederhanakan dan mempercepat proses pengambilan
keputusan dengan memecahkan persoalan tersebut kedalam bagian-bagiannya,
menata bagian atau variabel ini dalam suatu susunan hirarki, member nilai
numerik pada pertimbangan subjektif tentang pentingnya tiap variabel dan
mensintesis berbagai pertimbangan ini untuk menetapkan variabel yang mana
yang memiliki prioritas paling tinggi dan bertindak untuk mempengaruhi hasil
pada situasi tersebut.
Ada tiga prinsip dalam memecahkan persoalan dengan AHP, yaitu prinsip;
Menyusun hirarki (Decomposition), prinsip menentukan prioritas (Comparative
Judgement), dan prinsip konsistensi logis (Logical Consistency). Hirarki yang
dimaksud adalah hirarki dari permasalahan yang akan dipecahkan untuk
mempertimbangkan kriteria-kriteria atau komponen komponen yang mendukung
pencapaian tujuan menurut ( Saaty, 1998 ). Dalam proses menentukan tujuan dan
hirarki tujuan, perlu diperhatikan apakah kumpulan tujuan beserta kriteria-kriteria
yang bersangkutan tepat untuk persoalan yang dihadapi. Dalam memilih kriteriakriteria pada setiap masalah pengambilan keputusan perlu memperhatikan
kriteria-kriteria sebagai berikut :
a. Lengkap
Kriteria harus lengkap sehingga mencakup semua aspek yang penting, yang
digunakan dalam mengambil keputusan untuk pencapaian tujuan. Dalam hal
pengambilan keputusan untuk kelayakan pemilihan bimbingan belajar ini ada
beberapa pertimbangan kriteria kriteria utama yang dibandingkan yaitu :
kualitas, harga, dan lokasi.
b. Operasional
Operasional dalam artian bahwa setiap kriteria ini harus mempunyai arti bagi
pengambil keputusan, sehingga benar benar dapat menghayati arti tehadap
alternatif yang ada, disamping terhadap sarana untuk membantu penjelasan
alat untuk berkomunikasi.
c. Tidak berlebihan
Menghindari adanya kriteria yang pada dasarnya mengandung pengertian
yang sama. Sehingga membuat kriteria yang berdasarkan pada tujuan lebih
fokus.
d. Menyederhanakan persoalan dalam analisis
Decomposion setelah persoalan didefinisikan maka perlu dilakukan
decomposition, yaitu memecahkan persoalan yang utuh menjadi unsur
unsurnya. Jika ingin mendapatkan hasil yang akurat, pemecahan juga
dilakukan terhadap unsur unsurnya sehingga didapatkan beberapa tingkatan
dari persoalan tadi. Karena alas an ini maka proses analisis ini maka proses ini
dinamakan hirarki. hirarki tersebut tidak memerlukan pedoman yang pasti
berapa banyak hirarki tersebut dibuat, tergantung dari pengambil keputusanlah yang menentukan dengan memperhatikan keuntungan dan kerugian yang
diperoleh jika keadaan tersebut diperinci lebih lanjut. Ada dua jenis hirarki,
yaitu hirarki lengkap dan hirarki tidak lengkap. Dalam hirarki lengkap, semua
elemen pada semua tingkat memiliki semua elemen yang ada pada tingkat
berikutnya. Jika tidak demikian maka dinamakan hirarki tidak lengkap.
Berikut ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan
peroses penjabaran hirarki tujuan adalah :
1. Pada saat pembelajaran tujuan kedalam sub tujuan harus diperhatikan apakah
setiap aspek dari tujuan yang lebih tinggi tercakup dalam sub tujuan tersebut.
2. Meskipun hal tersebut terpenuhi, perlu menghindari terjadinya pembagian
yang terlampau banyak baik dalam arah horizontal maupun vertical.
3. Suatu tujuan belum ditetapkan untuk dijabarkan atas hirarki tujuan yang lebih
rendah harus ditentukan suatu tindakan atau hasil terbaik yang dapat diperoleh
bila tujuan tersebut dimasukkan.
Model AHP dikembangkan oleh Thomas L Saaty, dapat memecahkan
masalah komplek dimana aspek atau kriteria yang diambil cukup banyak (
Kadarsyah & Ramdhani, 1998 ). Beberapa keuntungan yang diperolah dalam
penerapan AHP, diantaranya :
1. Sifat yang fleksibel,menyebabkan penambahan dan pengurangan kriteria pada
suatu hirarki dapat dilakukan dengan mudah dan tidak mengacaukan atau
merusak hirarki.
2. Dapat memasukkan preferensi pribadi sekaligus mengakomodasi berbagai
kepentingan pihak lain sehingga diperoleh penilaian yang objektif dan tidak
sektoral.
3. Proses perhitungannya relatif mudah karena hanya membutuhkan operasi dan
logika sederhana.
4. Dengan cepat dapat menunjukkan prioritas, dominasi, tingkat kepentingan
ataupun pengaruh dari setiap elemen terhadap elemen lainnya.
Kamis, 09 Juni 2022
Analitical Hierarcy Process (AHP) (skripsi, tesis, dan disertasi)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar